- AFC
Kita Boleh Kecewa, Tapi ...
Proses
Sesaat setelah laga Australia vs Indonesia, Ken Ane, host tvOne di AKIM (Apa Kabar Indonesia Malam) bersama Ferry Sandria, mantan pemain Krama Yudha dan timnas, serta pengamat politik serta pencinta sepakbola, Hendri Satrio, serta Prof Effendy Gazali yang langsung menyaksikan di Stadion Allians Sydney, saya mengatakan: "Sepakbola dan seluruh cabor olahraga wajib melalui proses. Ini bukan kalimat pembelaan, tapi fakta yang ada."
Nah, persoalan pokok yamg dihadapi timnas kita, latihan baru sekali yakni Rabu (19/3/25), Itu pun bukan latihan berat. Selain itu, Patrick Kluivert, sang pelatih kepala, belum mengenal secara baik setiap pemain, meski mayoritas dari Belanda (keturunan). Artinya, secara spesifik, Kluivert belum bisa mengukur kemampuan setiap orang, terutama di posisi masing-masing.
Apalagi, jujur, awalnya saya berharap dan pasti juga harapan banyak pihak, (konsekuensi logis/normal) dipertahankan. Misalnya Rizky Ridho, Jay Idzes, Justin Hubner, Sandy Walsh, dan Calvin Verdonk. Kelimanya sudah sangat solid. Bahasa kerennya, chemistry di antara mereka sudah terbangun.
Sayang, Kluivert tidak sama dengan pikiran kebanyakan. Ridho dan Hubner tidak dimainkan di awal. Sekali lagi, menurut pemikiran saya, dan sangat mungkin juga pemikiran banyak penggila bola, Kluivert harusnya menitik beratkan pada sektor depan.
Kita tahu, timnas kita minim sekali membuat gol. Jadi, harusnya ya sektor itu yang didahulukan.
Meski demikian, karena proses awal belum terbangun, sekecewa apa pun kita, seromantis apa pun kita dengan STY, dukungan untuk timnas kita harus tetap ditingkatkan. Kluivert dan kawan-kawan, belum sempat membuat strategi apa pun karena sekelas _
Superman pun sang pelatih, jika ia belum bekerja, pasti belum ada hasil yang bisa kita nikmati.
Untuk itu, laga melawan Bahrain, yang juga baru saja kalah 2-0 dari Jepang di hari yang sama dengan kita, Selasa (25/3/25) di Stadion GBK, kita tidak punya pilihan lain kecuali meraih 3 poin alias menang. Begitu pun saat menjami China, Juni mendatang.
Saya tidak hendak beranalogi soal hasil lain dari dua laga itu. Kita tahu dalam setiap laga ada tiga kemungkinan, menang-kalah-seri.