- tim tvonenews
Boston: Enam Bintang (Bagian-2 Habis)
Namun, catatan tetap rencana diatas kertas. Meski jalanan telah dibuat steril 100 persen, namun bukit-bukit “gila” seperti terus bermunculan justru saat karbohidrat semakin tandas. Puncaknya adalah “ancaman” kram di Heartbreak Hill. Saat itulah pelari hanya berhadapan dengan dirinya. To be or not to be. Saya memilih bertahan sebisanya. Menjaga kordinasi antara pikiran dan kordinasi tubuh.
Setelah melewati kilometer 33 semuanya terasa lebih baik. Saya merasa tonggak itu telah saya lewati. Saya kembali menemukan ritme saya. Saya mengatur nafas perlahan, menghirup dan menghembuskannya dengan teratur. Tak lama di kejauhan saya mulai melihat garis berwarna kuning biru yang sakral itu terbentang membelah lintasan, garis penanda finish itu semakin lama kian dekat dan perjalanan panjang 6 tahun penuh warna pun terbayar tunai: saya menggondol medali Enam Bintang. (Ecep Suwardaniyasa Muslimin)