- Istimewa/Viva.co.id
Jadi Sorotan Publik, Presiden Jokowi Menyelipkan Harapan di Perjamuan Welcoming Dinner G20
Dalam foto yang beredar, Megawati memakai kebaya dan SBY memakai kemeja batik. Pakaian keduanya sama-sama berwarna biru. Megawati duduk berhadapan dengan SBY. Megawati duduk di samping Hamzah Haz. Sedangkan, SBY duduk di samping Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla.
Presiden Joko Widodo saat Berpidato
Dalam meja bundar itu, juga ada Ketua DPR RI sekaligus Ketua DPP PDIP Puan Maharani yang memakai pakaian hitam motif kuning emas.
Hadir juga Ketua Badan Pemenangan Pemilu Demokrat Andi Arief dan Wakil Sekjen Demokrat Jansen Sitindaon. Serta Wakil Presiden ke-6 Try Sutrisno.
- Jokowi Sebut Dunia Saat Ini Mengalami Tantangan Luar Biasa
Di hadapan para pemimpin dan delegasi Group of Twenty (G20) Presiden Joko Widodo menekankan kembali bahwa dunia saat ini tengah mengalami tantangan luar biasa. Saa ini, krisis demi krisis terus terjadi.
“Pandemi COVID-19 belum usai, rivalitas terus menajam, perang terjadi,” kata Presiden Joko Widodo dalam pidato pembukaan KTT G20 Sesi I yang membahas kondisi ekonomi global, ketahanan pangan, dan energi, di The Apurva Kempinski Bali, Nusa Dua, Selasa (15/11/2022).
Menurut Presiden Joko Widodo, dampak berbagai krisis itu terhadap ketahanan pangan, energi, dan keuangan, sangat dirasakan dunia terutama negara berkembang.
Sebagai contoh, soal pupuk, Presiden Joko Widodo menekankan agar persoalan pupuk tidak disepelekan. Sebab jika tidak segera diambil langkah konkret, agar persediaan pupuk tercukupi dan harga terjangkau, tahun 2023 akan menjadi tahun yang lebih suram.
Saat itu, krisis akan dapat semakin memburuk menjadi krisis pasokan pangan. Sebab, kelangkaan dan mahalnya harga pupuk dapat meningkatkan harga pangan di berbagai belahan dunia.
“Bagi 48 negara berkembang dengan tingkat kerawanan tertinggi, akan menjadi kondisi yang sangat serius,” terang Jokowi.
Presiden Jokowi juga mengatakan bahwa mata seluruh dunia tertuju pada Forum G20. Dia menegaskan KTT G20 harus berhasil dilaksanakan dan tidak boleh gagal, guna menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi dunia.
“Namun keberhasilan hanya dapat tercapai apabila kita semua tanpa terkecuali berkomitmen bekerja keras menyisihkan perbedaan-perbedaan untuk menghadirkan sesuatu yang konkret yang bermanfaat bagi dunia,” ucapnya. (viva/aag)