news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Terdakwa Ferdy Sambo dan Pengacara Kondang, Hotman Paris Hutapea..
Sumber :
  • Kolase tvonenews.com / Muhammad Bagas

Hotman Paris Kekeuh Tangisan Ferdy Sambo Bukan Sandiwara, Nilai Ada Potensi Lolos Pembunuhan Berencana

Pengacara kondang yang ikut mengawal kasus Sambo,Terbaru, Hotman Paris kekeuh tangisan Ferdy Sambo bukan sandiwara, Nilai ada potensi lolos pembunuhan berencana
Jumat, 4 November 2022 - 11:30 WIB
Reporter:
Editor :

Tetapi Sambo juga melakukan adegan tangisan ke orang lain yaitu kepada Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo hingga ke Komisioner Kompolnas RI, Poengky Indarti.

Inisiator TAMPAK, Saor Siagian. (ist)

Jadi tangisan Ferdy Sambo dinilai adalah bagian dari perencanaan pembunuhan yang dilakukannya terhadap Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat. Terlihat Hotman Paris sempat kembali mau menjawab, namun ketika hendak berkata langsung disambar lagi oleh Saor Siagian.

"Jadi artinya itu adalah benar-benar perencanaan dengan trik nangis itu meyakinkan bahwa dia seperti korban," ucap Saor.

Pengacara kondang, Hotman Paris langsung memberi tanggapannya. Menurutnya, tangisan di depan Kapolri dan di hadapan Poengky bisa saja memang direncanakan oleh Ferdy Sambo. 

Tapi pengacara yang dikenal mendampingi kasus Teddy Minahasa ini masih juga tak yakin kalau tangisan Sambo di depan ajudannya itu sengaja di setting Sambo. Namun, Saor tetap berpegang teguh pada keyakinannya soal tangisan yang diyakini adalah trik.

"Mungkin nangis-nangis belakangan, bisa saja di rekayasa. Tapi kalau seorang Jenderal berdua sama ajudannya nangis, kayaknya agak susah itu disimpulkan rekayasa tangisan." Ucap Hotman Paris.

Permintaan Maaf Ferdy Sambo

Ferdy Sambo di ruang sidang. (tim tvOne - Julio Trisaputra).

Ferdy Sambo mengungkapkan permintaan maaf dan rasa menyesalnya karena terbawa emosi sehingga menimbulkan kematian Brigadir J. Ia menyampaikan di ruang sidang di hadapan kedua orang tua Brigadir Yosua yakni Samuel Hutabarat dan Rosti Simanjuntak.

"Bapak dan ibu Yosua, saya sangat memahami perasaan bapak dan ibu. Saya mohon maaf. Saya sangat menyesal saya tidak mampu mengontrol emosi," ujar Ferdy Sambo. 

Mantan Kadiv Propam Polri itu juga mengatakan bahwa amarahnya meluap kepada Brigadir J lantaran tindakan yang dilakukan sang ajudan kepada istrinya. 

Meskipun demikian, dalam persidangan tersebut Ferdy Sambo tidak membeberkan secara terperinci alasannya. 

"Saya ingin menyatakan bahwa peristiwa yang terjadi adalah akibat dari perbuatan saya atas perbuatan anak Bapak ke istri. Itu yang ingin saya sampaikan," lanjutnya. 

Ferdy Sambo juga menyatakan siap bertanggungjawab secara hukum atas apa yang dilakukannya kepada Brigadir J. 

Berita Terkait

1
2
3 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

05:10
05:21
02:59
06:26
01:02
04:07

Viral