news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Warga Gunakan Jasa Pikul Motor saat Seberangi Sungai Wae Musur.
Sumber :
  • Jo Kenaru

Ironi Infrastruktur di Manggarai Timur, Pikul Motor Seberangi Sungai 

Kondisi jalan sepanjang empat kilometer yang melintasi wilayah Compang Ndejing dan Desa Bea Ngencung berbatu dan banyak genangan lumpur.
Rabu, 15 September 2021 - 07:19 WIB
Reporter:
Editor :

Sementara itu Maksimus Jehasa membenarkan ada pungutan untuk pemilik motor dan mobil. Warga yang saban hari memikul motor menyeberangi Sungai Wae Musur mengaku, ia dan tiga orang rekannya memang tidak memaksa jika pemilik kendaraan membayar kurang dari Rp25 ribu untuk sekali lewat. 

“Tapi rata-rata pemilik motor kasih 25 ribu itu termasuk barang bawaan,” tuturnya.  

Dia mengaku, dalam sehari bisa meraup banyak uang tergantung banyaknya motor yang lewat. Hasil jasa pikul motor dan barang, sambung dia, dibagikan kepada empat orang.

“Rata-rata 50 motor sehari. Ada juga mobil tapi sekarang airnya masih tinggi, oto kecil tidak bisa lewat. Nah, uangnya dibagikan kepada empat orang,” terangnya.

Buat Jembatan Darurat 

Maksimus mengatakan, dari hasil jasa pikul motor juga disisihkan untuk membangun titian pada musim kemarau. Menurut ayah empat anak ini, tiap tahun dia dan teman-temannya membuat jembatan kayu tapi jembatan darurat yang dibuat selalu tersapu banjir besar.

Kalau ada jembatan, ongkos yang dipungut pemilik kendaraan hanya Rp5 ribu saja.

“Itu gunanya uang-uang ini, kita sisihkan sedikit untuk bangun jembatan. Kalau ada jembatan cukup bayar lima ribu saja. Tapi kalau banjir datang jembatan itu terhanyut dan kita harus kumpul uang lagi dan buat yang baru,” sebutnya.

Bupati Bungkam

Simpang Sok, Kecamatan Borong hingga ke Desa Satar Lenda, Kecamatan Ranamese merupakan salah satu ruas dengan kondisi paling buruk selain yang terdapat di wilayah Kecamatan Poco Ranaka, Lamba Leda, Elar, Elar Selatan, dan Sambi Rampas saat ini.

Bupati, Wakil Bupati, maupun Sekda Manggarai Timur tidak merespons ketika dimintai tanggapan terkait jalan rusak dan kondisi Sungai Wae Musur yang sampai sekarang tak urung diperbaiki setelah banjir bandang menghancurkan tiga crossway di Wae Musur tahun 2012 lalu.

Padahal Jalur Sok-Satar Lenda berada tak jauh dari Lehong sebagai pusat pemerintahan Manggarai Timur. Jalur tersebut merupakan jalan menuju perbatasan dengan Kecamatan Satar Mese Kabupaten Manggarai.

Sudah lama sekali jalur tersebut tidak pernah diperhatikan lagi. Terakhir jalan tersebut direhabilitasi hanya sepanjang 700 meter pada tahun 2006 setahun sebelum Kabupaten Manggarai Timur dimekarkan dari Kabupaten Manggarai pada 2007 lalu.

Berita Terkait

1
2
3 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

05:01
05:20
03:42
28:51
12:19
16:55

Viral