- Kolase Tvonenews.com
Kejadian Sebenarnya Drama Kasus Kematian Brigadir J, Irjen Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi Ada di Tempat Ini Sebelum Brigadir J Tewas?
Jakarta - Penyelidikan kasus baku tembak yang menewaskan Brigadir Yosua atau Brigadir J terus berlanjut, Rabu (27/7/2022).
Peristiwa penembakan di rumah dinas Kadiv Propam nonaktif Irjen Ferdy Sambo yang berujung kematian Brigadir J pun perlahan mulai menemui titik terang.
Penyidik telah memeriksa beberapa rekaman CCTV di sekitar rumah dinas Ferdy Sambo dan juga rumah utama.
Dalam cuplikan rekaman CCTV, terlihat rombongan Irjen Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi yang baru pulang dari perjalanan dinas di Magelang tiba pada pukul 15.30 WIB.
Potret Irjen Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi. (ist)
Rombongan Irjen Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi pun langsung menuju ke rumah utama di Umah Saguling III.
Berselang beberapa menit, Brigadir J dan ajudan lainnya terlihat masih berada di rumah utama.
Kemudian, Ferdy Sambo, Putri Candrawathi dan ajudan lainnya termasuk Brigadir J dan Bharada E melakukan tes PCR di rumah utama tersebut dengan memanggil nakes.
Sebelumnya, polisi sempat menyebutkan bahwa Irjen Ferdy Sambo melakukan tes PCR di luar rumah ketika terjadi insiden penembakan Brigadir J di rumah dinasnya.
Melalui penelusuran, diketahui bahwa rumah utama Irjen Ferdy Sambo hanya berjarak 500 meter dari rumah dinas di Duren III lokasi terjadinya baku tembak yang menewaskan Brigadir J.
Setelah tes PCR, para ajudan Irjen Ferdy Sambo menuju rumah dinas.
Sekitar pukul 17.10, Putri Candrawathi terlihat juga berada di rumah dinas Duren III.
Diketahui, Keluarga Kadiv Propam nonaktif Irjen Ferdy Sambo mempunyai kebiasaan untuk menunggu hasil tes PCR di rumah dinas.
Masih belum diketahui alasan tes PCR dilakukan di rumah yang berbeda.
Beda Kesaksian Para Ajudan
Komisioner Komnas HAM Choirul Anam mengatakan pihaknya mengungkapkan telah mendapat keterangan penuh dari semua ajudan mantan Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo terkait kasus tewasnya Brigadir J.
Menurutnya, Komnas HAM telah memanggil semua ajudan, termasuk Bharada E yang diduga sebagai pelaku penembakan sesama polisi tersebut.
Namun, dia menegaskan ada satu ajudan Ferdy Sambo yang belum memenuhi panggilan Komnas HAM.