news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Penangkapan ikan sapu-sapu di Kali Taman Semanan Indah, Cengkareng, Jakarta Barat, Jumat (17/4)..
Sumber :
  • Antara

Pemkot Jakarta Barat Musnahkan 234 Kilogram Ikan Sapu-Sapu dengan Cara Dikubur

Upaya menjaga ekosistem perairan dan kesehatan masyarakat terus dilakukan Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) Jakarta Barat melalui pembersihan ikan sapu-sapu secara masif. 
Kamis, 30 April 2026 - 02:27 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Upaya menjaga ekosistem perairan dan kesehatan masyarakat terus dilakukan oleh Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) Jakarta Barat melalui pembersihan ikan sapu-sapu secara masif. 

Sejak dimulainya operasi pada 17 April lalu, petugas telah berhasil menjaring sedikitnya 234 kilogram ikan sapu-sapu yang kemudian langsung dimusnahkan dengan cara dikubur.

Kepala Seksi Perikanan Sudin KPKP Jakarta Barat, Aas Asih, menjelaskan bahwa volume penangkapan ini merupakan bagian dari angka yang lebih besar di tingkat provinsi. 

"Jumlahnya sampai sekarang ada 234 kilo yang sudah kita tangkap dan kubur. Kalau DKI kan 11 ton," ujar Aas saat memberikan keterangan pada Rabu (29/4) malam.

Aksi pembersihan ini dijadwalkan akan terus berlanjut guna menekan populasi spesies tersebut. 

Aas mengungkapkan bahwa jadwal perburuan berikutnya akan menyasar kawasan Citra 5. 

"Besok kita mau tangkap lagi di Citra 5 dan selanjutnya rutin setiap minggu," tambahnya.

Meski demikian, proses pembersihan total menghadapi tantangan besar. Hal ini disebabkan pola perkembangbiakan ikan sapu-sapu yang sulit dijangkau karena mereka kerap meletakkan telur di celah-celah lubang turap sungai. 

Keberadaan ikan ini tidak hanya mengancam kelangsungan hidup ikan lokal di Kali Taman Semanan Indah karena sifatnya yang invasif, tetapi juga merusak struktur bangunan air. 

Lubang-lubang yang dibuat oleh ikan ini untuk bersarang dapat memicu kerapuhan pada dinding turap.

Selain dampak lingkungan, Sudin KPKP juga menyoroti risiko kesehatan yang serius. 

Ada kekhawatiran mengenai praktik oknum yang menyalahgunakan ikan sapu-sapu sebagai bahan baku makanan olahan seperti siomay. 

Padahal, ikan yang hidup di perairan tercemar ini teridentifikasi mengandung bakteri berbahaya seperti Salmonella dan E. coli, serta zat kimia berbahaya berupa logam berat seperti timbal.

Aas menekankan pentingnya pembasmian ini demi keselamatan jangka panjang warga Jakarta. 

"Dikhawatirkan kalau ada masyarakat yang mengkonsumsi itu secara terus-menerus, terakumulasi dalam tubuh manusia. Makanya (ikan sapu-sapu) mesti dibasmi," ujarnya. (ant/dpi)
 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

14:29
09:58
23:28
07:28
04:36
01:10

Viral