- Antara
Datangi Rumah Duka di Bekasi, Dedi Mulyadi Beri Santunan Rp50 Juta dan Janji Haru untuk Keluarga Korban Tragedi Tabrakan Kereta
Jakarta, tvOnenews.com - Rasa duka menyelimuti kediaman almarhumah Nurlaela di Kampung Ceger, Desa Tanjungbaru, Cikarang Timur, saat Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) datang berkunjung pada Selasa (28/4).
Kehadiran sosok yang akrab disapa KDM ini bertujuan untuk menyampaikan simpati mendalam secara langsung kepada keluarga korban kecelakaan KRL Commuter Line tersebut.
Dalam pertemuan emosional di ruang tamu rumah duka, Dedi Mulyadi berbincang hangat dengan suami, anak, serta orang tua almarhumah.
Tidak hanya sekadar kata-kata, KDM membawa komitmen nyata dengan memberikan uang santunan senilai Rp50 juta kepada keluarga yang ditinggalkan.
"Saya dan atas nama pemerintah provinsi mengucapkan rasa duka kami. Kepada keluarga almarhumah Nurlaela dan juga korban lainnya baik yang meninggal, luka-luka yang masih dirawat maupun sudah pulang," ujar Dedi Mulyadi saat berada di Cikarang.
Momen mengharukan terjadi ketika Dedi menyatakan keinginannya untuk menjadikan anak mendiang Nurlaela sebagai anak angkat.
Ia secara tegas menjamin seluruh biaya pendidikan sang anak, mulai dari tingkat sekolah hingga menamatkan jenjang perguruan tinggi.
Selain fokus pada bantuan sosial, Dedi Mulyadi juga menyoroti aspek keselamatan transportasi publik.
Ia mendesak pihak berwenang agar melakukan investigasi menyeluruh guna mengungkap penyebab pasti kecelakaan maut tersebut.
Baginya, keamanan angkutan massal di Indonesia tidak boleh ditawar lagi agar kejadian serupa tidak terulang kembali.
Mengenai penanganan para korban secara keseluruhan, Dedi memastikan bahwa pemerintah akan bersinergi dengan berbagai pihak untuk memastikan semua hak korban terpenuhi.
"Kita berkomitmen berikan bantuan korban yang mengalami luka-luka, masih dirawat maupun sudah meninggal dan ini bersama-sama karena ditangani BPJS, KAI, asuransi dan termasuk Bapak Presiden juga sudah turun," jelasnya.
Kunjungan ini menegaskan peran Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam mendampingi warganya yang tertimpa musibah, sekaligus memberikan harapan baru bagi masa depan anak-anak yang ditinggalkan orang tuanya dalam tragedi tersebut. (ant/dpi)