- Anadolu
PRT Tewas Terjun dari Lantai 4 Berusia 15 Tahun, Kasus Ditangani Polda Metro
Jakarta, tvOnenews.com - Polisi mengungkap fakta baru di balik dua orang pekerja rumah tangga (PRT) berinisial R dan D yang terjun dari lantai 4 sebuah indekos di kawasan Bendungan Hilir, Tanah Abang, Jakarta Pusat, pada Rabu (22/4/2026) malam.
Kapolsek Tanah Abang AKBP Dhimas Prasetyo mengatakan, korban yang meninggal dunia ternyata baru berusia 15 tahun.
"Usia 15 untuk yang meninggal," kata Dhimas, kepada wartawan, Jumat (24/4/2026).
Sementara itu, Dhimas menerangkan, saat ini kasus ditangani oleh Ditreskrimum Polda Metro Jaya.
"Dan penanganan kasus ditangani Ditreskrimum Polda Metro Jaya," jelas Dhimas.
Terpisah, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto menerangkan Polda Metro Jaya ikut turun tangan menangani peristiwa yang terjadi.
“Masih gabungan Polres Jakarta Pusat dan Ditreskrimum Polda Metro Jaya,” ungkap Budi.
Sebelumnya, polisi mengungkap fakta baru dibalik dua orang pekerja rumah tangga (PRT) berinisial R dan D yang terjun dari lantai 4 sebuah indekos di kawasan Bendungan Hilir, Tanah Abang, Jakarta Pusat, pada Rabu (22/4/2026) malam.
Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Roby Heri Saputra mengatakan bahwa korban nekat melompat diduga akibat tidak betah. Hal ini diketahui dari PRT lain yang telah dilakukan pemeriksaan.
“Informasi sementara, orang itu katanya enggak betah. Terus dia kabur sama saksi satu. Jadi berdua loncat dari lantai 4,” ungkap Roby, kepada wartawan, Kamis (23/4/2026).
Sementara itu, Roby menerangkan, alasan lain yang menjadi penyebab korban lompat yakni majikan diduga sadis terhadap korban.
Namun mengenai adanya dugaan penyiksaan terhadap korban, Roby belum mengungkap secara detail, sebab, korban yang selamat belum dapat dimintakan keterangan.
“Ada saksi yang lain yang ngomongin bahwa mereka itu enggak betah karena majikannya sadis gitu atau sadis katanya,” ujar Roby.
“Sadis itu enggak tahu ya gimana kata-katanya ya. Enggak ngomong suka disiksa, tapi galak. Nah itu kan bisa saja dengan omongan, bisa saja dengan tindakan. Kita juga belum tahu karena belum selesai pemeriksaan,” lanjutnya. (ars/iwh)