- Bapenda Jabar
Murid-Murid yang Sempat Ledek Bu Atun di Purwakarta Lakukan Tradisi Sungkem, Dedi Mulyadi Jadi Saksi Tangis Penyesalannya
Jakarta, tvOnenews.com - Murid-murid yang sempat meledek hingga mengacungkan jari tengah kepada seorang guru bernama Ibu Atun di Purwakarta melakukan tradisi sungkem.
Sembilan murid salah satu SMA negeri di Purwakarta itu menyampaikan permohonan maaf secara langsung kepada guru PKN. Mereka meminta maaf atas perlakuannya yang videonya viral di jagat maya.
Suasana penuh tangis penyesalan menyelimuti pertemuan tersebut.
Disaksikan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, sembilan murid itu melakukan tradisi sungkem sebagai bentuk penyesalan atas kekhilafan yang telah dilakukan.
Ibu Atun yang tak menyangka diperlakukan seperti di video yang viral itu sejatinya sudah memaafkan mereka sejak awal.
Meski demikian, Ibu Atun tetap menerima permohonan maaf mereka dengan tangan terbuka dan linangan air mata. Bahkan, Ibu Atun tetap mendoakan yang terbaik untuk mereka.
“Tidak mudah menjadi orang baik karena banyak tantangan, tapi tidak sulit untuk berbuat baik kalau ada niat,” kata Ibu Atun saat memberikan nasihat kepada para siswanya dilihat dari YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel, Jumat (24/4/2026).
Ibu Atun lantas menekankan pentingnya adab dalam menuntut ilmu. Dia berharap ke depannya seluruh murid bisa menghormati guru sebagai kunci keberkahan hidup.
Selain itu, dia juga berharap kejadian ini menjadi titik balik bagi para muridnya untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik dan sukses di masa depan.
Kang Dedi Mulyadi turut hadir menyaksikan proses mediasi dan memberikan dukungan moral dalam kesempatan tersebut.
Dia hadir memberikan apresiasi atas dedikasi Ibu Atun sebagai pendidik yang tidak hanya mengajar secara akademis, tapi juga membina mental dan akhlak siswa.
“Guru kamu sangat luar biasa. Memaafkan kamu, berlinang air mata dan tidak sedikit pun merasa bahwa kamu dianggap bersalah, tapi kamu dianggap khilaf,” kata KDM.
Kang Dedi Mulyadi lantas memberikan bantuan dana sebesar Rp25 juta sebagai bentuk penghargaan kepada Ibu Atun.
Akan tetapi, alih-alih digunakan untuk kepentingan pribadi, Ibu Atun meniatkan uang itu untuk disumbangkan kembali kepada yayasan yatim piatu yang dia kelola.
Acara ini ditutup dengan doa bersama untuk kebaikan para murid agar mereka tumbuh menjadi generasi yang berakhlak mulia. (nsi)