news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Jusuf Kalla Resmi Laporkan Rismon Sianipar ke Bareskrim Polri, Rabu (8/4/2026).
Sumber :
  • Adinda Ratna Safira-tvOne

Gibran Rakabuming Raka Sebut Jusuf Kalla Mentor, Analis UI: Langkah Dewasa yang Jarang Terjadi

Menurutnya, respons Gibran bukan sekadar spontanitas, melainkan bagian dari strategi komunikasi untuk meredam eskalasi konflik yang berpotensi melebar.
Jumat, 24 April 2026 - 10:07 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com — Di tengah memanasnya dinamika politik nasional, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka alih-alih membalas kritik, ia justru melontarkan penghormatan terbuka kepada Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla, sosok yang belakangan menjadi sorotan publik.

Langkah ini dinilai sebagai manuver komunikasi politik yang menenangkan tensi. Pakar komunikasi politik Universitas Indonesia Ari Junaedi menyebut, sikap Gibran mencerminkan kematangan dalam berpolitik di tengah situasi yang sarat gesekan.

“Dalam beberapa waktu terakhir, pernyataan Wakil Presiden Jusuf Kalla begitu “menohok” soal Presiden RI ke-7 Joko Widodo. Hal ini tidak terlepas dari pelaporan terhadap JK ke kepolisian usai berceramah di Masjid UGM, Yogyakarta,” kata Ari dalam keterangannya, Jumat (24/04/2026).

Menurutnya, respons Gibran bukan sekadar spontanitas, melainkan bagian dari strategi komunikasi untuk meredam eskalasi konflik yang berpotensi melebar.

“Dalam teori komunikasi, upaya Gibran seperti ingin memecah spiral keheningan. Dari Elisabeth Noelle Neumann, seorang pakar politik dari Jerman, Gibran sepertinya ingin memecah dominasi arus pendapat umum tentang diri dan keluarganya,” ucap Ari.

Situasi politik memang tengah memanas, terutama setelah pernyataan-pernyataan Jusuf Kalla yang menuai pro dan kontra, termasuk terkait sosok Joko Widodo (Jokowi)

Ari menilai, sikap tersebut menjadi pembeda di tengah pola komunikasi politik yang kerap reaktif. Gibran dinilai mampu menahan diri dari provokasi, termasuk pertanyaan media yang berpotensi memperkeruh suasana.

“Gibran tidak terpancing dengan pancingan pertanyaan media yang jika ditanggapi dengan emosi justru akan memperuncing suasana politik nasional menjadi semakin panas. Dalam hal ini, Gibran sudah belajar banyak mengenai pola komunikasi yang benar,” tegas Ari.

Ia juga menyoroti bahwa pendekatan ini relevan dengan kondisi masyarakat yang tengah menghadapi tekanan ekonomi, mulai dari kenaikan harga energi hingga dampak geopolitik global. Dalam situasi seperti itu, publik dinilai membutuhkan keteduhan, bukan konflik baru di ruang publik.

Namun, di tengah arus tersebut, Gibran memilih merespons dengan nada yang jauh dari konfrontasi.

Dalam kunjungan kerjanya di Papua Barat Daya, ia justru menempatkan JK sebagai figur yang dihormati.

Berita Terkait

1
2 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

02:14
02:02
02:22
03:40
01:47
05:18

Viral