- tvOnenews.com/Aldi Herlanda
Idrus Marham Kritik Klaim Jusuf Kalla Terkait Berjasa Terhadap Jokowi: Biarlah Sejarah yang Menilai
Jakarta, tvOnenews.com - Wakil Ketua Umum Partai Golkar Idrus Marham menanggapi soal ucapan Wakil Presiden ke 10 dan 12 Jusuf Kalla (JK) yang menyebut ada jasanya yang membuat Jokowi menjadi Presiden.
Idrus mengatakan, bahwa penyataan Jusuf Kalla tersebut tidak seharusnya dilontarkan, sebab ucapan mengklaim atau memiliki jasa tertentu justru akan menciptakan situasi yang tidak kondusif.
"Masalah baru atau polemik baru itu muncul ketika masing-masing tokoh terlibat di dalam suatu proses yang saling mengklaim, bahwa yang paling punya peranan, yang paling berjasa," katanya di DPP Golkar, Kamis (23/4).
Idrus menegaskan, bahwa jasa yang dilakukan para tokoh seharusnya biarkan masyarakat yang menilai, tidak usah adanya mengklaim memiliki peranan dalam kesuksesan seseorang.
"Saya kira biarlah sejarah ini yang menilai apa peranan tokoh itu, apa jasa tokoh itu, enggak usah kita mengklaim. Karena kalau kita mengklaim itu justru secara diametral bertentangan dengan logika masyarakat yang berkembang," tegasnya.
Ia juga mengungkapkan, siapapun tokohnya, bukan hanya JK, jika adanya klaim atas peranannya justru membuat masyarakat semakin tidak percaya dengan jasa-jasanya.
"Kalau dia lakukan itu, secara diametral bertentangan dengan suasa kebatinan rakyat, dan pasti rakyat akan semakin tidak percaya," ungkapnya.
Sebelumnya diberitakan, JK menegaskan perannya dalam karier politik Jokowi hingga bisa menjadi Presiden RI.
Dia mengungkapkan perannya yang besar terhadap Jokowi. JK turut menyinggung 'termul-termul' untuk membandingkan dengan perannya tersebut.
JK mengatakan dalam kontestasi Pilgub DKI Jakarta 2012Megawati menolak untuk mengusung Jokowi sebagai cagub.
Lalu, JK mengeklaim bahwa dirinya membawa Jokowi ke Megawati dan mempromosikannya dengan representasi sebaagi sosok 'orang baik'.
"Siapa yang bawa Jokowi ke Jakarta? Saya yang bawa ke Jakarta dari Solo untuk jadi Gubernur. Saya bawa. Saya ke Ibu Mega, 'Ibu ini ada calon baik orang PDIP'. (Megawati menjawab) 'Ah jangan'. Saya datang lagi, akhirnya beliau setuju jadilah Gubernur," ucap JK dalam konferensi pers di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Sabtu (18/4).
JK lantas menyebut Jokowi berterimakasih kepadanya karena telah membuat dia menang Pilgub DKI Jakarta 2012.
Lewat pernyataannya itu, dirinya lantas mengeklaim bahwa tanpa jasanya, Jokowi tidak mungkin bisa maju menjadi capres pada Pilpres 2014 dan berujung menang.
"Kasih tahu semua itu termul-termul itu, Jokowi jadi Presiden karena saya. Kan tanpa Gubernur mana bisa jadi Presiden?" tegas JK dengan suara lantang.
Pada momen tersebut, JK menyebut Megawati juga sempat enggan untuk mengusung Jokowi menjadi capres dalam Pilpres 2014 jika bukan dirinya yang menjadi cawapres.
"2 tahun dia gubernur (DKI Jakarta), oke silakan, saya tidak campur, saya tidak pernah datang waktu Gubernur. Tiba-tiba jadi Presiden, saya bilanglah, eh belum cukup pengalaman jangan, nanti rusak negeri ini. Ah tapi Ibu Mega kasih tahu saya, dia tidak mau teken kalau saya tidak wakilnya (cawapres pada Pilpres 2014)," ucap JK.
Dia menjelaskan, Megawati mau untuk memasangkan Jokowi dengannya karena berpengalaman. Megawati ingin agar JK membimbing Jokowi. (aha/dpi)