- Antara
Solusi Dedi Mulyadi Atasi Banjir Berulang di Bandung Raya, Butuh Anggaran Rp7 Triliun dan Seribu Hektare Lahan
Mantan anggota DPR RI ini menegaskan bahwa, angka Rp7 triliun hanya menjadi patokan. Sebab, jumlah untuk pembebasan lahan saja terhitung masih masuk kategori harga lama.
Artinya, kata dia, total biaya memenuhi ekspektasi mengatasi persoalan banjir di Bandung Raya dapat membutuhkan anggaran yang lebih besar.
Pasalnya, anggaran Rp7 triliun tidak termasuk biaya konstruksi. Selain itu, total angka tersebut juga belum masuk bagian pembangunan infrastruktur lainnya.
Maka dari itu, prediksi ini dinilai tidak mudah. Dedi Mulyadi berharap agar semua pihak serius dalam mengatasi persoalan banjir di wilayah Bandung Raya.
Ia menegaskan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar dan pemerintah daerah di Bandung Raya harus saling berkolaborasi. Mereka harus segera membicarakan tentang skema pendanaan.
KDM setidaknya menuntut pemerintah daerah tersebar di wilayah Bandung. Pemerintah Kota Bandung, Kota Cimahi, Kabupaten Bandung hingga Kabupaten Bandung Barat wajib saling bersinergi karena kawasan tersebut sebagai langganan terdampak banjir.
"Dari sekarang harus dibicarakan. Rp 7 triliun nanti kita dapat dari mana, kalau ingin bebas banjir," tukasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, sejumlah kawasan di Bandung Raya mengalami banjir setiap musim hujan. Beberapa wilayah yang terdampak, antara lain Baleendah, Bojongsoang, dan Dayeuhkolot.
Ketiga kawasan ini kerap menjadi wilayah terdampak banjir. Penyebabnya akibat luapan Sungai Citarum sehingga menimbulkan keresahan puluhan ribu masyarakat di sekitarnya.
(hap)