- YouTube/KANG DEDI MULYADI CHANNEL
Asal-usul Julukan 'Bapak Aing' untuk Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Simbol Kedekatan dengan Rakyat
Popularitas julukan ini semakin meluas berkat media sosial, terutama di platform TikTok.
Salah satu kisah yang paling menyentuh adalah tentang seorang anak bernama Egi.
Egi merupakan korban perundungan yang kemudian diasuh oleh Dedi Mulyadi dan dimasukkan ke pesantren bersama anak asuh lainnya.
Dalam berbagai video yang beredar, Egi disebut sebagai sosok yang pertama kali memanggil Dedi dengan sebutan “Bapak Aing”.
Kisah tersebut viral dan menyentuh hati banyak orang.
Sejak saat itu, warganet mulai ikut menggunakan julukan tersebut dalam berbagai konten, hingga semakin populer dan melekat di masyarakat luas.
- YouTube Kang Dedi Mulyadi
Makna “Bapak Aing” bagi Masyarakat
Penyematan kata “Bapak” di depan “aing” memiliki arti yang mendalam.
Dalam budaya Sunda, “Bapak” melambangkan sosok pelindung, pembimbing, dan figur yang dihormati.
Ketika digabungkan, “Bapak Aing” mencerminkan seorang pemimpin yang dianggap dekat, peduli, dan menjadi bagian dari kehidupan masyarakatnya.
Julukan ini bukan dibuat-buat, melainkan tumbuh secara organik dari pengalaman warga.
Banyak masyarakat yang melihat Dedi Mulyadi bukan hanya sebagai pejabat, tetapi seperti orang tua yang hadir dan membantu mereka.
Dikuatkan oleh Aksi Nyata di Lapangan
Sebutan “Bapak Aing” semakin kuat karena berbagai aksi nyata yang dilakukan Dedi Mulyadi. Ia dikenal sering turun langsung tanpa protokoler yang berlebihan.
Mulai dari membantu warga kurang mampu, meninjau infrastruktur, hingga menyelesaikan masalah sosial, semua dilakukan dengan pendekatan humanis.
Ia juga kerap berdialog langsung dengan masyarakat dan memberikan solusi secara cepat.
Sikap inilah yang membuat julukan tersebut terasa tulus dan bukan sekadar label.
(gwn)