news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Menlu Sugiono saat konferensi pers di Kantor Staf Presiden, Gedung Bina Graha, Jakarta Pusat, Rabu (22/4/2026)..
Sumber :
  • tvOnenews.com/Abdul Gani Siregar

Kunjungan Prabowo Subianto ke Prancis Berbuah Pembelian Alutsista, Termasuk Jet Tempur Dassault Rafale

Menlu Sugiono menjelaskan proses pengadaan alutsista tersebut telah dirintis sejak Prabowo Subianto masih menjabat sebagai Menteri Pertahanan, melalui tahapan yang panjang.
Rabu, 22 April 2026 - 15:27 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Pemerintah Indonesia mengonfirmasi adanya kesepakatan strategis pembelian alat utama sistem persenjataan (alutsista) dari Prancis dalam kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Paris.

Namun, rincian nilai dan jenis persenjataan yang dibeli masih disimpan rapat oleh pemerintah.

Menteri Luar Negeri Sugiono menegaskan, informasi teknis terkait kesepakatan tersebut berada di bawah kewenangan Kementerian Pertahanan.

“Detailnya saya kira tanyakan ke Kemhan (Kementerian Pertahanan),” kata dia di Kantor Staf Presiden, Gedung Bina Graha, Jakarta Pusat, Rabu (22/4/2026).

Sugiono mengungkapkan, kesepakatan ini bukan keputusan instan. Proses pengadaan alutsista tersebut telah dirintis sejak Prabowo Subianto masih menjabat sebagai Menteri Pertahanan, melalui tahapan panjang yang melibatkan perencanaan, negosiasi, hingga penyesuaian kebutuhan strategis nasional.

“Itu yang selalu diingatkan oleh Bapak Presiden bahwa yang namanya alutsista itu kita nggak bisa beli kayak beli barang di supermarket. Begitu kita butuh, kita ingin punya, itu nggak bisa. Jadi, prosesnya itu panjang,” ujar Sugiono.

Sebagai ilustrasi, Sugiono menyebut pengadaan jet tempur Dassault Rafale membutuhkan waktu hingga empat tahun sejak tahap awal hingga realisasi. Pesawat tempur generasi 4.5 omnirole bermesin ganda buatan Dassault Aviation tersebut menjadi salah satu komponen penting dalam paket kerja sama pertahanan Indonesia-Prancis.

Di tengah dinamika global yang kian tidak pasti, pemerintah memandang penguatan sektor pertahanan sebagai kebutuhan mendesak yang berjalan beriringan dengan pembangunan ekonomi nasional.

“Kita harus juga bisa menempatkan diri sebagai bangsa yang kuat secara ekonomi, kuat juga secara pertahanan,” tutur dia.

Dalam pertemuan dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron, isu pengadaan Dassault Rafale menjadi salah satu agenda utama yang dibahas dalam satu paket kerja sama strategis. Meski demikian, jumlah pasti unit yang akan diterima Indonesia belum diungkap ke publik.

“Saya kira itu semuanya (termasuk pembelian Rafale) kan dalam satu paket, yang waktu itu sudah dibicarakan. Saya jumlahnya persisnya (tidak tahu), tanyakan lagi ke Kemhan,” pungkas Sugiono. (agr/rpi)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

00:27
02:11
05:02
04:48
05:37
05:30

Viral