- tvOnenews.com/Julio Trisaputra
Target 7 Pekan, Pemerintah Siap Ambil Alih Proyek PSEL Jika Mangkrak
Target Nasional: 32 Kawasan Aglomerasi
Secara nasional, pemerintah menargetkan pembangunan PSEL di 32 kawasan aglomerasi. Proyek ini menjadi bagian dari strategi besar dalam mengatasi persoalan sampah secara sistematis.
Namun, capaian tersebut diperkirakan baru mampu menangani sekitar 24 hingga 25 persen dari total sampah nasional. Artinya, masih dibutuhkan pendekatan tambahan untuk menyelesaikan sisa permasalahan.
Pemerintah pun mendorong pengelolaan sampah dari sumbernya, seperti:
-
Pasar
-
Perkantoran
-
Sekolah
-
Fasilitas publik
Langkah ini diharapkan mampu mengurangi beban sistem pengolahan utama.
Kapasitas Besar, Tapi Belum Cukup
Proyek PSEL dirancang memiliki kapasitas pengolahan hingga 14,4 juta ton sampah per tahun. Angka ini setara dengan sekitar 22,5 persen dari total timbunan sampah nasional.
Sementara itu, sekitar 77,5 persen sampah lainnya akan ditangani melalui metode lain, seperti:
-
Refuse-derived fuel (RDF)
-
Pengolahan kompos
-
Sistem pengelolaan berbasis komunitas
Pemerintah menegaskan bahwa pendekatan teknologi akan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing daerah.
Sejumlah Proyek Siap Masuk Tahap Lelang
Selain tiga wilayah awal, pemerintah juga telah memverifikasi sejumlah daerah lain yang siap masuk tahap lelang proyek. Beberapa di antaranya meliputi:
-
Palembang
-
Tangerang Selatan
-
Makassar
-
Lampung Raya
-
Semarang Raya
-
Surabaya Raya
-
Medan
Langkah ini menunjukkan percepatan proyek PSEL tidak hanya bersifat simbolis, tetapi juga mulai masuk tahap implementasi konkret di berbagai daerah.
Target Operasional Bertahap Hingga 2028
Pemerintah menargetkan proyek tahap awal dapat mulai beroperasi pada 2027. Sementara itu, keseluruhan proyek ditargetkan rampung pada Mei 2028.
Dengan percepatan ini, pemerintah berharap persoalan sampah nasional dapat ditangani lebih cepat, sekaligus membuka peluang investasi di sektor energi terbarukan.
Zulhas juga menekankan pentingnya keseimbangan antara kepentingan lingkungan dan keberlanjutan investasi. Ia mengingatkan bahwa proyek ini harus berjalan konsisten agar tidak merugikan investor dan tetap memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. (ant/nsp)