- Tangkapan layar
Dedi Mulyadi Mulanya Tak Paham "Itung-itungan" Tukang Angkut Sampah Gaji Rp3 Juta Punya Cicilan Rp4,8 Juta, Berujung Direkrut Jadi Petugas Kebersihan
Jakarta, tvOnenews.com - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mulanya tak paham dengan “itung-itungan” seorang tukang angkut sampah yang ditemuinya secara acak di jalan.
Adapun momen ini diunggah gubernur yang kerap disapa Kang Dedi Mulyadi (KDM) itu di akun Instagram pribadinya @dedimulyadi71 pada Minggu (12/4/2026).
Di video itu tampak Dedi Mulyadi sedang jalan di trotoar Kota Bandung. Saat itu dia melihat ada mobil yang parkir sembarangan.
KDM pun lantas ingin tahu siapa pemiliknya. Tak lama kemudian datanglah seorang pria yang bertanggungjawab atas mobil tersebut.
Pria tersebut mengatakan mobil yang sehari-harinya dipakai untuk mengangkut sampah warga itu sedang rusak. Dari situlah diketahui bahwa pria tersebut berprofesi sebagai kuli pengangkut sampah.
KDM lantas bertanya apakah upah yang diterimanya cukup atau tidak. Pria tersebut lantas mengatakan dicukup-cukupi.
Kuli pengangkut sampah itu mengatakan dirinya dapat upah Rp1,5 juta per bulan minus biaya bensin.
Namun, dia mengangkut sampah untuk beberapa RT sehingga jika dijumlahkan pendapatannya berkisar Rp3 juta per bulan.
Yang membuat KDM heran adalah kuli pengangkut sampah itu punya cicilan Rp4,8 juta per bulan.
Padahal sudah jelas upah kuli pengangkut sampah tersebut sekitar Rp3 juta per bulan.
"Bapak cicilan mobil Rp4,8 juta, gaji Rp3 juta, nomboknya dari mana?," tanya Dedi Mulyadi.
Kuli pengangkut sampah mengatakan dirinya juga punya kerjaan sampingan sebagai juru parkir meski pendapatannya tak menentu.
Lalu, pria tersebut juga terkadang menerima jasa pindahan rumah apabila dibutuhkan, membantu memilah sampah plastik dan botol hingga melakukan pekerjaan serabutan lainnya untuk menombok kekurangannya.
Mendengar kisah pria itu, Dedi Mulyadi spontan merekrutnya menjadi petugas kebersihan resmi.
Dia menjanjikan gaji tetap, namun mobil tersebut tetap diberdayakan untuk membantu pengangkutan sampah di wilayah tersebut.
Mendengar tawaran itu, pria tersebut kegirangan dan tanpa berpikir panjang menerimanya.
"Sudah tidak usah markir lagi, mending jadi tukang sapu (resmi)," kata KDM. (nsi)