news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Publik Soroti Isi Surat Dokter Tifa untuk Rismon: Tidak Ada Manusia Bersih Tanpa Cela.
Sumber :
  • istimewa

Publik Soroti Isi Surat Dokter Tifa untuk Rismon: Tidak Ada Manusia Bersih Tanpa Cela

Sebagian publik soroti isi surat Dokter Tifa untuk  Rismon Sianipar, yang kini sudah berbeda jalan dengannya dan Roy Suryo terkait kasus ijazah palsu Jokowi
Senin, 13 April 2026 - 03:00 WIB
Reporter:
Editor :

Selain itu, ia menyinggung soal surat kematian yang ditulis Rismon dan ijazah S1-S2 Rismon di Yamaguchi, Jepang, yang kini juga dipersoalkan oleh kubu Jokowi karena dituding palsu.

Dokter Tifa mengaku, menyesalkan hal tersebut sehingga membuat Rismon memutuskan untuk berbalik arah karena merasa terancam dengan itu.

"Mengapa kamu tidak bicara. Mengapa kamu memilih diam, lalu berbalik arah? Padahal sejak awal, kita berjalan bukan sebagai orang asing. Kita berjalan sebagai tiga sahabat. Aku dan Mas Roy sudah menganggapmu sebagai  adik, yang seharusnya bisa datang kapan saja, membawa beban seberat apa pun, tanpa takut dihakimi," tulisnya.

"Kalau memang di masa lalu ada yang pernah keliru, kalau pernah ada kebohongan, kalau pernah ada langkah yang salah,  itu bukan akhir dari segalanya, Rismon. Tidak ada manusia yang bersih tanpa cela. Dan tidak ada masalah yang benar-benar buntu, jika kita hadapi bersama, dengan jujur." 

"Kita bisa cari jalan keluar. Kita bisa berdiri bersama. Kita bisa memperbaiki, apa pun itu. Tapi yang terjadi, justru sebaliknya. Kamu memilih jalan sendiri. Kamu menjauh. Dan pada titik tertentu… kamu berdiri di sisi yang berseberangan. Bahkan kamu sekarang memusuhi kami," ucap Dokter Tifa.

Oleh karena itu, Dokter Tifa pun mempertanyakan sikap Rismon yang memilih berkhianat kepada semua orang, termasuk rakyat Indonesia sendiri yang selama ini menantikan kebenaran.

"Mengapa kamu berkhianat? Bukan hanya kepada kami. Bukan hanya kepada persahabatan yang kita bangun dengan tulus… Tapi juga kepada begitu banyak orang yang menggantungkan harapan pada perjuangan ini. Pada rakyat. Pada kebenaran yang seharusnya kita jaga bersama."

"Apakah semua ini sepadan, Rismon? Apakah rasa takut itu lebih besar daripada nilai kebenaran yang dulu kamu perjuangkan dengan penuh keyakinan? Aku tidak menulis ini dengan amarah. Aku menulis ini dengan luka. Karena kehilangan seorang lawan itu biasa. Tapi kehilangan seorang adik dalam perjuangan, itu jauh lebih dalam rasanya," ujar Dokter Tifa.

Meski demikian, Dokter Tifa menegaskan bahwa kebenaran tidak akan pernah berubah meski manusianya sudah berubah.

Berita Terkait

1
2
3 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

03:30
01:12
00:54
04:58
01:08
03:22

Viral