news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Presiden Prabowo Subianto.
Sumber :
  • BPMI Setpres

Prabowo Bongkar ‘Perang Sunyi’ Era AI: 1 Orang Bisa Kendalikan 1.000 Akun untuk Sebar Hoaks

Prabowo ungkap ancaman AI dan media sosial, satu orang bisa kendalikan ribuan akun untuk sebar hoaks dan fitnah tanpa serangan fisik.
Rabu, 8 April 2026 - 17:56 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Presiden Prabowo Subianto mengungkap wajah baru ancaman global yang kini tak lagi datang dalam bentuk senjata atau invasi militer. Di era kecerdasan buatan (AI), serangan terhadap sebuah negara bisa dilakukan secara diam-diam melalui ruang digital—dengan hoaks, fitnah, hingga manipulasi informasi.

Dalam arahannya pada Rapat Kerja Pemerintah di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (8/4/2026), Prabowo Subianto menegaskan bahwa perkembangan teknologi justru membuka celah baru yang berbahaya jika tidak diantisipasi dengan baik.

“Dengan teknologi AI, satu orang bisa punya seribu akun,” ujar Prabowo Subianto.

Pernyataan ini menjadi peringatan serius bahwa lanskap ancaman terhadap negara telah berubah drastis.

AI dan Medsos Jadi Senjata Baru Tanpa Peluru

Menurut Prabowo Subianto, metode melemahkan negara kini tidak lagi harus melalui perang terbuka. Dunia telah memasuki fase baru di mana serangan bisa dilakukan lewat manipulasi opini publik.

Jika sebelumnya strategi intelijen identik dengan operasi militer, kini cukup dengan memanfaatkan media sosial dan teknologi AI untuk menciptakan kekacauan informasi.

Hoaks, disinformasi, hingga fitnah bisa disebarkan secara masif hanya oleh segelintir orang dengan bantuan teknologi. Bahkan, AI disebut mampu menciptakan konten yang seolah-olah nyata, termasuk membuat seseorang tampak mengatakan sesuatu yang sebenarnya tidak pernah diucapkan.

Fenomena ini dikenal sebagai manipulasi digital yang berpotensi merusak kepercayaan publik terhadap pemerintah maupun institusi negara.

Dari Bom ke Buzzer: Pola Serangan Berubah Total

Prabowo Subianto menyinggung bagaimana pola serangan terhadap suatu negara kini telah bergeser total. Jika dulu negara harus mengirim pasukan atau senjata, kini cukup dengan “permainan” di media sosial.

Perubahan ini membuat ancaman menjadi lebih sulit dideteksi karena tidak kasat mata, namun dampaknya bisa sangat luas.

Serangan berbasis digital dapat memecah belah masyarakat, menciptakan ketidakpercayaan, hingga memicu konflik sosial—semua tanpa satu peluru pun ditembakkan.

Dalam konteks ini, AI menjadi alat yang mempercepat dan memperbesar dampak dari serangan tersebut.

Prabowo: Jangan Reaktif, Jadikan Kritik sebagai Alarm

Meski mengingatkan potensi bahaya besar, Prabowo Subianto justru meminta jajaran pemerintah untuk tidak bersikap reaktif terhadap serangan digital.

Berita Terkait

1
2 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:02
00:59
01:04
16:34
07:12
02:21

Viral