news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah, Arsad Hidayat, buka suara soal dampak program Masjid Ramah Pemudik 2026..
Sumber :
  • Dok. Kemenag

Dari Tempat Ibadah Jadi Rest Area, Layanan Masjid Ramah Pemudik Catat Rekor Pengunjung

Kemenag mencatat jumlah pemudik yang singgah di masjid tahun ini mencapai 3.592.348 orang, meningkat tajam dibandingkan tahun 2025 yang berjumlah 1.617.641 orang.
Selasa, 7 April 2026 - 17:42 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Penerima manfaat program Masjid Ramah Pemudik (MRP) pada periode arus mudik dan balik Lebaran 1447 H/2026 M mengalami lonjakan signifikan.

Kementerian Agama (Kemenag) mencatat jumlah pemudik yang singgah di masjid mencapai 3.592.348 orang, meningkat tajam dibandingkan tahun 2025 yang berjumlah 1.617.641 orang.

Angka ini belum mencakup pemudik yang memanfaatkan layanan di vihara, gereja, maupun rumah ibadah agama lain yang juga menyediakan fasilitas ramah pemudik selama libur Lebaran.

Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah, Arsad Hidayat, menyampaikan bahwa peningkatan ini mencerminkan semakin tingginya kepercayaan masyarakat terhadap layanan berbasis rumah ibadah di jalur mudik. 

Menurutnya, hal ini juga didorong oleh sosialisasi yang semakin masif sehingga masyarakat lebih mengenal keberadaan program Masjid Ramah Pemudik.

“Terjadi kenaikan sekitar 122 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Ini menunjukkan bahwa masjid semakin dipercaya sebagai tempat singgah yang aman, nyaman, dan terbuka bagi para pemudik,” ujar Arsad di Jakarta, dikutip Selasa (7/4/2026).

Ia menjelaskan, lonjakan jumlah pengunjung turut dipengaruhi kesiapan layanan di lapangan yang semakin baik. Ribuan masjid yang terlibat telah dilengkapi fasilitas dasar memadai dan didukung oleh pengurus serta relawan.

Pada 2026, Kementerian Agama menyiapkan 6.859 masjid yang tersebar di sejumlah titik strategis, terutama di jalur utama seperti Pantura, Trans Jawa, dan Trans Sumatera. Seluruhnya beroperasi selama 24 jam sejak H-9 hingga H+7 Idulfitri.

Sebagai perbandingan, pada 2025 program ini melibatkan 8.710 masjid dengan jumlah pemanfaat sekitar 1,6 juta orang. Meski jumlah masjid berkurang, tingkat pemanfaatan justru meningkat seiring kualitas layanan yang lebih optimal.

“Tingkat pemanfaatannya yang meningkat tajam. Ini menandakan layanan yang diberikan semakin tepat sasaran dan dibutuhkan oleh masyarakat,” jelasnya.

Arsad menambahkan, sebagian besar pemudik yang memanfaatkan layanan MRP merupakan pengguna kendaraan pribadi, khususnya sepeda motor dan mobil. Kondisi ini sejalan dengan karakteristik arus mudik di Indonesia yang didominasi perjalanan darat jarak jauh.

Selain difungsikan sebagai tempat ibadah, masjid juga menyediakan berbagai fasilitas pendukung, seperti area istirahat, air minum, toilet bersih, hingga layanan pengisian daya gawai. Fasilitas ini dinilai membantu pemudik menjaga stamina selama perjalanan.

Ia juga mengungkapkan tingkat kepuasan masyarakat terhadap layanan tersebut tergolong tinggi. Berdasarkan hasil evaluasi, hampir seluruh responden menyatakan fasilitas utama seperti tempat salat, kebersihan, dan keamanan telah terpenuhi dengan baik.

“Masjid tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga ruang pelayanan umat. Di sinilah nilai kemanusiaan, kepedulian, dan kebersamaan hadir secara nyata,” kata Arsad.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa angka 3,5 juta pemudik merupakan hasil rekapitulasi dari masjid yang terdata dalam program MRP. Secara faktual, jumlah pemanfaat di lapangan diperkirakan lebih besar.

“Data ini masih bersifat agregat dari masjid yang terlaporkan dalam sistem. Di luar itu, masih ada masjid-masjid di rest area jalan tol yang juga melayani pemudik dalam jumlah besar dan belum seluruhnya terhimpun dalam data ini,” ujarnya.

Menurutnya, keberadaan masjid di rest area tol memiliki peran penting dalam mendukung kenyamanan pemudik, khususnya di jalur dengan tingkat lalu lintas tinggi.

“Kami melihat layanan di rest area juga sangat tinggi pemanfaatannya. Karena itu, jika seluruhnya terdata, angkanya sangat mungkin lebih besar dari yang saat ini tercatat,” tambahnya.

Ia turut mengapresiasi peran berbagai pihak dalam menyukseskan program ini, mulai dari pengurus masjid, penyuluh agama, KUA, hingga masyarakat sekitar. Kolaborasi tersebut menjadi kunci dalam menghadirkan layanan yang optimal.

“Kami berharap tren positif ini dapat terus dijaga dan ditingkatkan pada tahun-tahun mendatang. Program Masjid Ramah Pemudik diharapkan tidak hanya hadir saat musim mudik, tetapi menjadi model pelayanan berkelanjutan berbasis rumah ibadah di tengah masyarakat,” tandasnya. (rpi)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:02
00:59
01:04
16:34
07:12
02:21

Viral