news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat, Abu Rokhmad, saat memaparkan dampak Layanan Masjid Ramah Pemudik 2026..
Sumber :
  • Dok. Kemenag

Lebih dari 3,5 Juta Orang Singgah di Masjid Ramah Pemudik 2026, Didominasi oleh Pemotor

Dirjen Bimas Islam Abu Rokhmad menyampaikan bahwa jumlah penerima manfaat program Masjid Ramah Pemudik 2026 ini melonjak tajam dibandingkan tahun sebelumnya.
Selasa, 7 April 2026 - 16:12 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Kementerian Agama (Kemenag) melaporkan sebanyak 3.592.348 pemudik memanfaatkan layanan Masjid Ramah Pemudik (MRP) selama periode arus mudik dan balik Idulfitri 1447 H/2026 M.

Program ini dijalankan di 6.859 masjid yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia dan beroperasi sejak H-9 hingga H+7 Lebaran.

Angka tersebut belum mencakup pemudik yang memanfaatkan fasilitas serupa di vihara, gereja, serta rumah ibadah agama lain yang juga berpartisipasi memberikan layanan selama libur Lebaran.

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, Abu Rokhmad, menyampaikan bahwa jumlah penerima manfaat program ini melonjak tajam dibandingkan tahun sebelumnya.

Pada 2025, tercatat 1.617.641 pemudik singgah di 8.710 masjid yang disiapkan dalam program tersebut.

“Tahun ini jumlah pemudik yang memanfaatkan Masjid Ramah Pemudik mencapai lebih dari 3,5 juta orang. Ini menunjukkan peningkatan yang sangat signifikan dibandingkan tahun lalu,” ujar Abu Rokhmad di Jakarta, dikutip Selasa (7/4/2026).

Ia menilai lonjakan tersebut mencerminkan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap layanan berbasis rumah ibadah.

Menurutnya, fungsi masjid kini berkembang, tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga menjadi ruang layanan publik yang terbuka bagi semua kalangan.

Abu Rokhmad menambahkan, lokasi masjid yang berada di jalur strategis seperti Pantura, Trans Jawa, dan Trans Sumatera turut menunjang kenyamanan pemudik. Akses yang mudah menjadikan masjid sebagai tempat singgah yang praktis dan aman.

“Masjid memiliki fasilitas dasar yang dibutuhkan pemudik, seperti tempat ibadah, air bersih, dan ruang istirahat. Ketika dikelola dengan baik, masjid bisa menjadi oase di tengah perjalanan panjang,” jelasnya.

Ia menegaskan, program Masjid Ramah Pemudik merupakan bagian dari prioritas Kementerian Agama dalam memberdayakan fungsi rumah ibadah agar lebih berdampak bagi masyarakat.

Keberhasilan program ini, lanjutnya, tidak lepas dari kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pengurus masjid, penyuluh agama, Kantor Urusan Agama (KUA), hingga relawan dan masyarakat sekitar.

“Layanan ini berjalan karena gotong royong. Banyak pihak yang terlibat untuk memastikan pemudik mendapatkan pelayanan terbaik selama perjalanan,” kata Abu.

Selain menyediakan tempat ibadah, banyak masjid juga melengkapi layanan dengan fasilitas tambahan seperti ruang istirahat, air minum, pengisian daya gawai, hingga layanan kesehatan sederhana.

Abu Rokhmad berharap capaian positif ini dapat terus dijaga dan ditingkatkan di masa mendatang. Ia menilai program tersebut berpotensi menjadi model layanan keagamaan yang berkelanjutan dan relevan.

“Ke depan, kita ingin masjid semakin hadir di tengah masyarakat, tidak hanya saat momentum Lebaran, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah, Arsad Hidayat, menambahkan bahwa peningkatan jumlah pemudik juga dipengaruhi kesiapan fasilitas dan kualitas layanan di masjid yang terlibat.

Ia menyebutkan, pengguna sepeda motor mendominasi pemanfaatan layanan sebesar 54 persen, diikuti mobil 45 persen, dan moda transportasi lainnya 1 persen.

“Data yang kami himpun ini merupakan hitungan sementara dari masjid yang terdata dalam program Masjid Ramah Pemudik. Secara faktual di lapangan, jumlah pemudik yang singgah diperkirakan lebih besar,” ujar Arsad.

Ia menjelaskan, data tersebut belum mencakup seluruh masjid di rest area jalan tol yang juga melayani pemudik dalam jumlah besar.

“Masjid di rest area tol memiliki tingkat kunjungan yang cukup tinggi, namun belum seluruhnya masuk dalam rekapitulasi data ini. Karena itu, secara keseluruhan angka pemanfaatannya berpotensi lebih besar,” tambahnya.

Menurut Arsad, tingkat kepuasan pemudik terhadap layanan ini tergolong tinggi. Hal tersebut terlihat dari ketersediaan fasilitas dasar seperti toilet bersih, air wudu, tempat ibadah, serta area parkir yang memadai.

Ia berharap program ini terus diperluas melalui penguatan kolaborasi lintas sektor, termasuk dengan media dan masyarakat, agar manfaatnya semakin dirasakan luas.

“Program ini bukan hanya tentang layanan fisik, tetapi juga tentang menghadirkan kepedulian dan kebersamaan di tengah masyarakat,” tandasnya. (rpi)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:02
00:59
01:04
16:34
07:12
02:21

Viral