- Istimewa
Sosok Kiai Mamak yang Viral Dikaitkan dengan Inayah Wahid, Ini Profil Lengkap Lora Mamak dari Madura
Jakarta, tvOnenews.com - Nama Kiai Mamak mendadak ramai diperbincangkan publik setelah dikaitkan dengan kabar pernikahan Inayah Wulandari Wahid. Sosok yang juga dikenal sebagai Lora Mamak ini langsung menjadi sorotan, terutama karena latar belakangnya sebagai tokoh pesantren di Madura.
Di tengah viralnya kabar tersebut, publik mulai mencari tahu siapa sebenarnya Kiai Mamak. Berikut profil lengkap Kiai Mamak yang kini jadi perbincangan luas.
Kiai Mamak, Tokoh Pesantren dari Sumenep
Kiai Mamak memiliki nama lengkap Muhammad Shalahuddin A Warits. Ia berasal dari Sumenep, Madura, Jawa Timur, dan dikenal sebagai salah satu figur penting di lingkungan pesantren.
Sebutan “Lora” yang melekat pada dirinya merupakan gelar kehormatan dalam tradisi Madura. Gelar ini biasanya diberikan kepada anak kiai atau tokoh agama yang memiliki kedudukan terhormat di masyarakat.
Kiai Mamak merupakan putra dari KH A Warits Ilyas, seorang ulama sekaligus pengasuh Pondok Pesantren Annuqayah, salah satu pesantren besar dan berpengaruh di Madura.
Dengan latar belakang keluarga pesantren, Kiai Mamak tumbuh dalam lingkungan pendidikan agama yang kuat sejak dini.
Aktif Mengasuh Pesantren Annuqayah
Saat ini, Kiai Mamak dikenal aktif sebagai pengasuh di Pondok Pesantren Annuqayah, khususnya di wilayah Lubangsa, Guluk-Guluk, Sumenep.
Peran Kiai Mamak di pesantren tidak hanya sebatas pengajar, tetapi juga sebagai pembimbing dan pelindung santri. Kiprahnya ini membuat nama Kiai Mamak cukup dihormati di kalangan masyarakat Madura.
Pesantren Annuqayah sendiri dikenal sebagai salah satu pesantren legendaris dengan jaringan alumni yang luas di Indonesia.
Latar Pendidikan: Dari Al-Azhar hingga UI
Dari sisi pendidikan, Kiai Mamak memiliki rekam jejak akademik yang kuat. Ia merupakan lulusan Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir, salah satu pusat studi Islam terkemuka di dunia.
Setelah menyelesaikan pendidikan di Al-Azhar, Kiai Mamak melanjutkan studi ke jenjang magister di Universitas Indonesia dengan mengambil jurusan Bahasa Arab.
Perpaduan pendidikan luar negeri dan dalam negeri ini menjadi modal penting bagi Kiai Mamak dalam membangun pemikiran keislaman yang terbuka dan kontekstual.