news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Direktur Utama Jasa Raharja Muhammad Awaluddin, Rabu (25/3/2026).
Sumber :
  • ANTARA

Kecelakaan Fatal Angkutan Lebaran 2026 Alami Penurunan, Kebanyakan Terjadi pada Pengemudi Kendaraan Bermotor Roda Dua

Jasa Raharja mengungkapkan angka kecelakaan lalu lintas fatal selama angkutan Lebaran 2026 mengalami penurunan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Rabu, 25 Maret 2026 - 21:38 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Jasa Raharja mengungkapkan angka kecelakaan lalu lintas fatal atau menyebabkan korban meninggal selama angkutan Lebaran 2026 mengalami penurunan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Direktur Utama Jasa Raharja, Muhamad Awaluddin membeberkan angka penurunan kecelakaan fatal tahun ini sebesar 28 persen dibandingkan 2025.

“Tahun ini (jumlah korban meninggal) 228 yang tercatat sampai dengan tadi malam Selasa (24/3), dan kemudian kalau kita bandingkan dengan tahun lalu berjumlah 318 (korban jiwa),” kata Awaluddin, Rabu (25/3/2026).

Saat ini, Jasa Raharja fokus mengurangi angka fatalitas dalam lalu lintas.

Adapun berdasarkan catatan Jasa Raharja, kecelakaan fatal selama angkutan Lebaran 2026 banyak terjadi pada pengguna kendaraan bermotor roda dua. Kecelakaan rata-rata terjadi akibat pengemudi kelelahan.

“Berbagai penyebab peristiwa ini fatigue driving atau kelelahan dari pengemudi, jarak perjalanan yang cukup jauh di atas kurang lebih enam sampai tujuh jam perjalanan dan kemudian kondisi dari kendaraan bermotornya,” kata dia menjelaskan.

Jasa Raharja saat ini terus memantau keselamatan dan kelancaran pengguna jalan selama momen Lebaran 2026. 

Awaluddin menambahkan, terhitung Selasa (24/3/2026) pihaknya telah memberikan santunan kepada 224 keluarga korban dan ahli waris dari 228 korban meninggal dunia. Totalnya mencapai Rp11,2 miliar.

Diberitakan sebelumnya, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengungkapkan jumlah kecelakaan turun sebesar 3,23 persen selama arus mudik Lebaran 2026.

Angka fatalitas juga mengalami penurunan 24,61 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025. (ant/iwh)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:43
01:19
03:01
01:27
02:53
04:11

Viral