news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Cerita di Balik Bandeng Juwana Elrina, Oleh oleh Khas Semarang yang Maju Berkat Pemberdayaan BRI.
Sumber :
  • Istimewa

Cerita di Balik Bandeng Juwana Elrina, Oleh oleh Khas Semarang yang Maju Berkat Pemberdayaan BRI

Bandeng Juwana Elrina menjadi salah satu santapan khas Semarang yang banyak dicari pemudik untuk dijadikan oleh-oleh.
Minggu, 22 Maret 2026 - 15:28 WIB
Reporter:
Editor :

Semarang, tvOnenews.com – Musim libur Lebaran selalu membawa cerita tersendiri bagi kota-kota yang menjadi jalur mudik, termasuk Semarang. Selain menjadi tempat singgah bagi pemudik yang melintas, kota ini juga dikenal sebagai surga oleh-oleh.

Di antara banyak pilihan buah tangan khas kota ini, ada satu nama yang terkenal, yaitu Bandeng Juwana Elrina. Bagi banyak pemudik, singgah di Semarang rasanya belum lengkap tanpa membawa pulang bandeng presto yang satu ini. Toko oleh-oleh tersebut bahkan sudah menjadi bagian dari perjalanan mudik banyak orang selama puluhan tahun.

Jason Nathaniel Kusmadi, selaku cucu pendiri Bandeng Juwana Elrina menceritakan bahwa almarhum kakeknya dahulu ingin memiliki usaha sendiri agar dapat menyekolahkan anak-anaknya hingga ke jenjang akademi yang lebih tinggi, bahkan ke luar negeri. Rencana awal membuka usaha bakery urung dilakukan karena keterbatasan modal, hingga akhirnya terinspirasi berjualan bandeng karena banyaknya penjual bandeng di sekitar rumahnya saat itu.

Melihat potensi tersebut, keluarga akhirnya mencoba memasak bandeng sendiri dan menjualnya di depan rumah. Usaha tersebut resmi dimulai pada 3 Januari 1981, namun bentuknya masih sangat sederhana. 

“Bukan toko besar seperti sekarang, melainkan hanya sebuah stand kecil yang menempel di rumah yang juga berfungsi sebagai tempat tinggal sekaligus praktik dokter” ungkapnya.

Perkembangan usaha tersebut ternyata berjalan cukup cepat. Tiga tahun setelah berdiri, tepatnya pada 1984, stand kecil di depan rumah itu akhirnya berkembang menjadi toko oleh-oleh. Produk utamanya tetap bandeng duri lunak atau bandeng presto yang menjadi ciri khas mereka. 

Seiring waktu, variasi produk pun terus bertambah. Kini pelanggan bisa menemukan berbagai olahan bandeng seperti bandeng asap, bandeng dalam sangkar, otak-otak bandeng, hingga boneless bandeng. Namun inovasi tidak berhenti di situ. Jason menyadari bahwa menjual satu jenis produk saja tentu tidak cukup untuk bertahan dalam persaingan bisnis oleh-oleh.

"Bandeng masih jadi produk yang utama, tapi kalau hanya jualan bandeng, tentu akan sulit bersaing dengan yang lain. Jadi, kita berinovasi dengan memproduksi wingko babat, lumpia, tahu bakso, dan bakpia," ujar Jason.

Berita Terkait

1
2 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

03:50
11:46
13:17
04:14
05:49
11:46

Viral