news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto..
Sumber :
  • Dokumentasi PDIP

Isi Pertemuan Prabowo dengan Megawati Dibocorkan Hasto

Isi pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan Ketua Umum PDIP sekaligus Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri dibocorkan Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto.
Minggu, 22 Maret 2026 - 02:30 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Isi pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan Ketua Umum PDIP sekaligus Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri dibocorkan Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto.

Hasto menjelaskan, bahwa suasana pertemuan antara Presiden RI Prabowo Subianto dengan Ketua Umum PDIP sekaligus Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri beberapa waktu lalu berlangsung sangat cair.

Bahkan kata dia, Megawati menganggap pertemuannya dengan Prabowo sebagai ajang silaturahmi dua orang sahabat yang sudah lama saling kenal.

"Ibu Megawati Soekarnoputri sudah bertemu dengan Bapak Presiden Prabowo beberapa hari yang lalu. Bahkan pertemuan dikatakan oleh Ibu Mega sebagai pertemuan 'teman lama'," jelas Hasto, Sabtu, (21/3/2026).

Dalam pertemuan itu, Hasto mengatakan Megawati dan Prabowo berdiskusi cukup mendalam.

Keduanya tidak hanya bernostalgia, namun juga membahas berbagai persoalan strategis yang tengah dihadapi bangsa dan negara saat ini.

"Pertemuannya berlangsung sangat akrab, membahas berbagai persoalan bangsa dan negara," jelasnya.

Bagi PDIP, pertemuan tersebut merupakan manifestasi dari jati diri bangsa yang mengedepankan dialog dan musyawarah.

Hasto juga menanggapi pertanyaan mengenai kemungkinan silaturahmi Megawati dengan para mantan presiden lainnya pada momen Idul Fitri 1447 Hijriah.

Ia menegaskan bahwa esensi Lebaran bagi Megawati adalah semangat persaudaraan yang bersifat universal.

Hasto pun mengingatkan bahwa tradisi halalbihalal yang kini menjadi budaya nasional merupakan warisan ideologis dari Presiden ke-1 RI Bung Karno.

Secara historis, istilah halalbihalal dicetuskan pada 1948 oleh Kiai Haji Abdul Wahab Chasbullah atas saran Bung Karno untuk mencairkan ketegangan politik nasional kala itu melalui momentum Idul Fitri.

"Dalam Idul Fitri ini kan semua mengedepankan semangat persaudaraan. Itu yang dikedepankan, semangat maaf-memaafkan," kata Hasto.

Menurutnya, tradisi ini adalah kekuatan asli kebudayaan Indonesia yang harus terus dijaga oleh para elite politik.

"Dan itu kan dirintis oleh Bung Karno melalui halalbihalal, yang merupakan tradisi merayakan Idul Fitri yang sangat khas Indonesia dan betul-betul berkebudayaan Indonesia," jelasnya. (ant/aag)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

03:50
11:46
13:17
04:14
05:49
11:46

Viral