- Istimewa
Setahun Memimpin, Gubernur KDM Minta Maaf Belum Sempurna Atasi Seluruh Masalah yang Memuaskan Warga Jabar
Bandung, tvOnenews.com - Gubernur Jawa Barat (Jabar), Dedi Mulyadi (KDM) menyampaikan permohonan maaf kepada warga Jabar. Ia harus mengakui masih banyak kekurangan dalam setahun di masa kepemimpinannya.
KDM menjelaskan, dirinya dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar belum sempurna mengatasi seluruh masalah dan kebutuhan yang terjadi di wilayah Jabar.
KDM mengungkapkan permohonan maaf dalam sambutannya di tengah perhelatan shalat Idul Fitri 1447 Hijriah di halaman Gedung Sate, Kota Bandung, Sabtu (21/3/2026).
"Saya sebagai Gubernur Jawa Barat menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh warga Jawa Barat. Dalam perjalanan setahun kepemimpinan sampai 1 Syawal 1447 Hijriah ini, pemerintah tumbuh melayani, mengayomi, meladeni, mengikuti, menepati apa yang menjadi kebutuhan masyarakat yang terjadi di wilayah Provinsi Jawa Barat," ujar KDM.
KDM Minta Maaf Belum Sempurna Kelola Infrastruktur di Jabar
- tvOnenews.com/Cepi Kurnia
Dalam sambutannya, ia menyingung tentang pengelolaan anggaran untuk kebutuhan di bidang infrastruktur. Ia memahami bagian ini menjadi kebutuhan bagi warga Jabar.
Ia mengakui dirinya dan Pemprov Jabar belum maksimal dalam urusan mengelola anggaran infrastruktur. Ini mengingat masih banyak yang belum teratasi terutama di pelosok desa.
"Di bidang infrastruktur, saya memahami bahwa, kemampuan pemerintah dalam pengalokasian keuangan belum bisa memuaskan seluruh keluarga Jawa Barat. Sampai pelosok pedesaan, masih didapatkan jalan-jalan yang berlubang dan bergelombang," ucapnya.
Selain mengatasi jalan yang rusak hingga pelosok desa, mantan Bupati Purwakarta ini harus mengakui banyak infrastruktur lainnya belum teratasi oleh Pemprov Jabar.
"Masih didapatkan jaringan irigasi yang belum terbangun dengan baik. Masih ada rumah-rumah reyot yang bocor saat hujan tiba," tambah dia.
Dedi Mulyadi Minta Maaf Belum Maksimal Penuhi Hak Pendidikan Anak di Jabar
Lebih lanjut, pria berusia 54 tahun ini menyinggung tentang persoalan pendidikan di Jabar. Ia harus mengakui masih banyak anak-anak belum merasakan kenikmatan pendidikan hingga sekarang.
Kasus yang sering terjadi banyak anak-anak gagal sekolah. Sementara keperluan pendidikan sangat penting demi memajukan generasi bangsa terutama dari wilayah Jabar.