news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Ilustrasi Sakit Campak.
Sumber :
  • Gemini AI

Bahaya Campak Mengintai, Begini Gejalanya Mulai dari Demam hingga Muncul Ruam

Penyakit campak belakangan ini menjadi perhatian serius di seluruh dunia, tak terkecuali di Indonesia. Kenali gejala penyakit yang disebabkan oleh virus ini.
Jumat, 20 Maret 2026 - 16:03 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Dosen Program Studi Spesialis Kedokteran Keluarga Layanan Primer Unika Atma Jaya, dr. Regina Satya Wiraharja mengungkapkan gejala penyakit campak.

Ia menjelaskan, campak disebabkan oleh serangan virus RNA dari keluarga Paramyxoviridae. Biasanya, penyakit ini memiliki masa inkubasi hingga 14 hari di serta gejala.

Tahapan pertama, gejala awal campak akan muncul sekitar dua hingga tujuh hari, berupa demam tinggi, lemas, pilek, batuk, serta mata sensitif terhadap cahaya.

Beberapa kasus menunjukkan bahwa muncul bercak khas di bagian dalam pipi, diketahui sebagai Koplik spots.

Selain itu, penderita campak juga akan mengalami ruam di hari ke-4 hingga ke-14. Biasanya ruam ini muncul di wajah atau telinga sebelum menyebar ke seluruh tubuh. Munculnya ruam ini juga disertai dengan demam tinggi.

Setelah demam tinggi, biasanya akan mereda tiga hingga empat hari. Ruam juga akan berubah warna menjadi kecokelatan hingga tahap penyembuhan selesai.

Biasanya ruam akan hilang secara bertahap dalam waktu hingga 10 hari.

"Apabila seseorang mengalami gejala yang mengarah pada campak, segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan serta membatasi kontak dengan orang lain guna mencegah penularan lebih lanjut," ungkap Regina.

Campak sebenarnya bisa sembuh dengan sendirinya dalam beberapa kasus. Namun, dikhawatirkan akan berbahaya jika muncul komplikasi.

Adapun risiko tinggi dari campak ini biasanya dialami bayi, seseorang dengan daya tubuh lemah, atau orang yang kurag gizi atau vitamin A.

Sementara itu, bagi ibu hamil penyakit ini bisa mengakibatkan keguguran atau kelahiran prematur.

Berdasarkan data terakhir, di Indonesia penyakit ini masih ditemukan pada tahun 2025 dengan jumlah 11.094 kasus. Di antaranya terkonfirmasi sebanyak 69 kematian.

Adapun selama tahun 2026, tercatat 572 kasus campak dan empat kematian di Indonesia.

Oleh karenanya, penting bagi masyarakat untuk menyadari pentingnya vaksinasi campak.

"Vaksinasi campak atau MMR merupakan cara paling efektif untuk mencegah penyakit ini," katanya menambahkan.

Vaksin campak sebaiknya diberikan tiga kali kepada anak, di usia sembilan bulan, dua tahun, dan lima hingga enam tahun.

Penyakit ini juga bisa dihindari dengan menerapkan pola hidup sehat, dengan menjaga kebersihan serta mengkonsumsi makanan gizi seimbang dan berolahraga. (ant/iwh)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

10:11
01:33
04:15
05:18
12:14
01:09

Viral