news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Video Detik-detik Aktivis KontraS Disiram Air Keras oleh OTK di Menteng: Korban Berteriak Sembari Buka Baju.
Sumber :
  • Istimewa

Kompolnas Minta Polisi Maksimal Atasi Kasus Aktivis Kontras Disiram Air Keras di Menteng

Komisioner Kompolnas, Choirul Anam meminta kepada pihak kepolisian untuk maksimal dalam mengatasi insiden penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus, di Jalan Salemba I-Talang, Jakarta Pusat, Kamis (12/3/2026) malam.
Jumat, 13 Maret 2026 - 17:28 WIB
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Komisioner Kompolnas, Choirul Anam meminta kepada pihak kepolisian untuk maksimal dalam mengatasi insiden penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus, di Jalan Salemba I-Talang, Jakarta Pusat, Kamis (12/3/2026) malam.

“Kami mendorong kepolisian maksimal untuk mengungkap peristiwa ini. Kerja kepolisian dalam mengungkap kasus ini kita harapkan untuk transparan dan akuntabel. Transparansi ini penting khususnya bagi rekan-rekan Kontras dan rekan-rekan pekerja hak asasi manusia,” kata Anam, kepada wartawan, Jumat (13/3/2026).

Lebih lanjut, Anam menerangkan, tindakan kekerasan terhadap aktivis Kontras adalah ancaman serius terhadap proses demokrasi. Menurutnya, kekerasan ini bukan hal biasa, namun memberikan pesan kondisi demokrasi kita.

“Yang dilakukan oleh saudara Andrie itu adalah kerja-kerja hak asasi manusia, kerja-kerja demokrasi dan dalam konteks hak asasi manusia harusnya dilindungi, apalagi ini bagian dari partisipasi yang dalam konteks Indonesia itu diatur oleh konstitusi dan dilindungi oleh konstitusi,” tutur Anam.

Kemudian Anam menjelaskan bahwa dalam hal ini, kepolisian berada dalam ruang yang penting, untuk menunjukan bahwa negara hadir untuk memastikan kekerasan yang dialami oleh pekerja pekerja hak asasi manusia, pegiat-pegiat demokrasi bisa diusut tuntas untuk kepentingan masyarakat.

“Negara tidak boleh kalah dalam menghadapi aksi kekerasan sehingga kerja-kerja kepolisian melawan kekerasan adalah menunjukan bahwa negara tidak kalah dengan kekerasan,” tegas Anam.

Untuk diketahui, Koordinator KontraS Dimas Bagus Arya mengatakan, korban mengalami luka pada area tangan kanan dan kiri, muka, dada, serta bagian mata. 

Dimas mengungkapkan, peristiwa ini terjadi setelah Andrie Yunus melakukan perekaman siniar (podcast) di Kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum (YLBHI) bertajuk “Remiliterisme dan Judicial Review di Indonesia” sekitar pukul 23.00 WIB. 

“Pasca peristiwa tersebut, Andrie Yunus segera dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan secara medis. Dari hasil pemeriksaan, Andrie mengalami luka bakar sebanyak 24 persen,” jelas Dimas.

Atas peristiwa ini, Dimas menilai bahwa tindakan penyiraman air keras ini merupakan upaya untuk membungkam suara-suara kritis masyarakat khususnya pembela HAM.

Berita Terkait

1
2 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:55
01:48
03:02
04:57
01:21
02:42

Viral