- Istimewa
Presiden Prabowo Disebut Berencana Beri Pernyataan ke Publik Mengenai Hal Ini Diantaranya MBG
Jakarta, tvOnenews.com - Presiden RI, Prabowo Subianto disebut berencana menyampaikan taklimat kepada seluruh bangsa Indonesia dalam waktu dekat diantaranya Makan Bergizi Gratis (MBG).
Staf Khusus Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Timothy Ivan Triyono mengatakan wacana itu muncul saat Presiden meresmikan 218 jembatan dalam beberapa waktu lalu.
Menurutnya rencana pernyataan kepada publik itu masih dibahas termasuk mengenai format dan mekanisme penyampaiannya.
“Tentu rencana beliau memberikan pernyataan kepada masyarakat ini masih didiskusikan formatnya seperti apa, lalu templatenya seperti apa masih dalam diskusi,” kata Ivan dalam acara bertajuk 'Presiden Prabowo akan Berikan Taklimat Khusus untuk Rakyat, Apa Isinya? Garuda TV, dikutip Kamis (12/3/2026).
Ia menjelaskan istilah taklimat sering digunakan dalam dunia militer yang berarti memberikan arahan dan pandangan umum.
Dalam konteks ini, kata Ivan, Presiden sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan ingin menyampaikan pandangan umumnya kepada masyarakat terkait situasi terkini terutama yang berkaitan dengan kondisi geopolitik.
Ivan mengatakan salah satu perhatian Presiden adalah maraknya disinformasi di media massa dan media sosial.
Menurutnya sebagian disinformasi tersebut memotong pernyataan Presiden maupun pejabat negara, lalu dijadikan klip-klip berita palsu yang sengaja dibuat untuk menyesatkan masyarakat.
Melalui taklimat tersebut, Presiden juga ingin menjelaskan secara langsung kepada masyarakat sejumlah isu terkini di antaranya mengenai BoP (Board of Peace), perjanjian dagang Indonesia dengan Amerika Serikat, capaian program Makan Bergizi Gratis (MBG), situasi ketersediaan energi di tengah konflik Iran, serta kondisi ekonomi dan pembangunan di dalam negeri.
“Tentu poin-poin itulah yang akan disampaikan Bapak Presiden. Mudah-mudahan dalam satu atau dua hari ini kita dapat menyaksikan apa konsen atau pernyataan dari Bapak Presiden,” kata Ivan.
Ivan menegaskan taklimat tersebut merupakan upaya Presiden menjawab kritik dan menangkal DFK (Disinformasi, Fitnah, dan Kebencian) yang beredar luas di masyarakat dan dinilai menghasut serta menyesatkan.
Menurutnya, berbagai meme maupun potongan video yang beredar mengenai kondisi energi dan pangan perlu diluruskan. Ia mencontohkan narasi yang menyebut energi Indonesia hanya cukup untuk 20 hari sehingga masyarakat akan “naik unta”.