- Istimewa
Rieke Diah Pitaloka Soroti Kematian Ermanto Usman di Bekasi: Jangan Diframing Perampokan, Ini Harus Diusut Tuntas
Jakarta, tvOnenews.com - Anggota DPR RI dari Komisi IX, Rieke Diah Pitaloka, angkat suara terkait kasus kematian misterius seorang pria bernama Ermanto Usman di Bekasi.
Rieke bahkan mendatangi langsung keluarga korban untuk menyampaikan belasungkawa sekaligus meminta agar kasus tersebut diusut secara serius oleh aparat penegak hukum.
Dalam pernyataannya, Rieke menegaskan bahwa sejumlah indikasi kuat menunjukkan peristiwa tersebut bukan sekadar pencurian atau perampokan seperti yang sempat beredar.
Menurutnya, fakta di lapangan menunjukkan tidak ada barang berharga yang hilang dari rumah korban.
“Indikasi kuat menunjukkan bahwa peristiwa ini bukan pencurian. Tidak ada barang yang hilang. Karena itu, jangan ada pihak yang memframing kejadian ini sebagai perampokan,” ujar Rieke.
Kronologi Penemuan Korban di Dalam Rumah
Peristiwa tragis itu terjadi di sebuah rumah di Bekasi pada Senin, 2 Maret 2026.
Korban, Ermanto Usman yang berusia 65 tahun, ditemukan meninggal dunia di atas tempat tidurnya. Saat ditemukan, kondisi korban cukup mengenaskan dengan mata lebam dan bercak darah di sekitar tubuhnya.
Kejadian tersebut bermula ketika waktu imsak hampir tiba, namun korban tidak kunjung bangun dari tidurnya. Keluarga yang curiga kemudian mengetuk pintu kamar dan mendengar suara rintihan dari dalam ruangan.
Saat kamar akhirnya dibuka, korban ditemukan sudah tidak bernyawa.
Di ruangan yang sama, sang istri, Pamilawati, juga ditemukan tergeletak di lantai dalam kondisi kritis. Hingga kini, ia masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
Rieke: Tidak Ada Barang Berharga Hilang
Rieke menegaskan bahwa kondisi rumah korban menunjukkan sejumlah kejanggalan jika kasus ini disebut sebagai perampokan.
Menurutnya, berbagai barang berharga yang berada di dalam kamar tetap utuh dan tidak tersentuh.
Barang yang dilaporkan hilang hanya beberapa benda pribadi, yaitu:
-
Dompet korban
-
Dua kunci mobil
-
Telepon genggam
Sementara itu, perhiasan milik istri korban yang berada di kamar bahkan tidak ada yang hilang sama sekali.
“Ini bukan perampokan karena tidak ada barang berharga yang hilang,” kata Rieke.
Ia menilai fakta tersebut harus menjadi dasar bagi aparat penegak hukum untuk melakukan penyelidikan yang lebih luas dan mendalam.
Diduga Berkaitan dengan Isu Korupsi Pelabuhan
Dalam keterangannya, Rieke juga mengungkap bahwa almarhum sempat aktif menyuarakan dugaan kasus korupsi yang terjadi di sektor pelabuhan.
Sebagai Ketua Umum Konfederasi Rakyat Pekerja Indonesia (KRPI), Rieke menyebut Ermanto pernah terlibat dalam perjuangan bersama organisasi tersebut.
“Pak Ermanto pernah berjuang bersama kami. Saya meyakini beliau terus memperjuangkan agar kasus korupsi di pelabuhan yang terindikasi selama ini bisa dibuka kembali,” ujarnya.
Beberapa waktu terakhir, kata Rieke, korban juga sempat menyuarakan persoalan tersebut melalui sebuah podcast.
Meski demikian, ia menegaskan tidak ingin mendahului proses hukum yang sedang berjalan.
Minta Polisi Ungkap Dalang Kasus
Rieke berharap penyelidikan yang dilakukan aparat kepolisian dapat berjalan secara komprehensif dan transparan.
Ia menegaskan bahwa penegakan hukum tidak hanya berhenti pada pelaku di lapangan, tetapi juga harus menelusuri kemungkinan adanya pihak lain yang menjadi dalang di balik peristiwa tersebut.
“Kami berharap penegakan hukum segera dilakukan, bukan hanya terhadap eksekutor di lapangan, tetapi juga terhadap pihak yang menjadi otak di balik dugaan pembunuhan ini,” katanya.
Rieke juga meminta dukungan langsung dari Kapolri agar kasus ini benar-benar diusut hingga tuntas.
Minta Perlindungan untuk Keluarga Korban
Selain meminta penyelidikan menyeluruh, Rieke juga menyoroti pentingnya perlindungan bagi keluarga korban.
Ia menyatakan akan mengajukan permohonan perlindungan kepada Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK).
Perlindungan tersebut diharapkan dapat diberikan kepada:
-
Istri korban yang masih kritis di rumah sakit
-
Anak-anak korban
-
Seluruh keluarga yang terdampak
Menurutnya, negara harus hadir memberikan rasa aman bagi siapa pun yang berani menyuarakan dugaan korupsi.
“Kepergian Pak Ermanto menjadi peringatan keras bagi para pejuang antikorupsi di negeri ini. Negara harus benar-benar hadir untuk memberikan perlindungan,” ujar Rieke.
Kasus Dinilai Penuh Kejanggalan
Rieke juga menilai metode kejadian tersebut terlihat cukup rapi dan tidak lazim jika hanya dianggap sebagai perampokan biasa.
Ia menyoroti lokasi rumah korban yang berada di kawasan perumahan besar dan tergolong elit.
Karena itu, menurutnya sangat janggal jika pelaku hanya mengambil barang-barang kecil sementara benda berharga lainnya tetap dibiarkan.
“Peristiwa ini terlihat sangat rapi dari segi metode dan pelaksanaannya. Karena itu terasa janggal jika disebut hanya perampokan biasa,” katanya.
Desakan Pengusutan Tuntas
Di akhir pernyataannya, Rieke berharap kasus ini dapat diungkap secara menyeluruh agar tidak menimbulkan ketakutan bagi masyarakat, khususnya bagi mereka yang berani menyuarakan dugaan korupsi.
Ia juga mengajak masyarakat untuk mengawal proses hukum agar keadilan bagi korban dapat benar-benar terwujud.
“Kita harus bergandengan tangan agar kasus ini diusut tuntas dan kejadian serupa tidak terulang kembali,” kata Rieke. (nsp)