- Kolase Pixabay/Daniel Dan outsideclick & tvOneNews
Adik Pencuri 2 Labu Siam di Cianjur Ceritakan Detik-detik Kakaknya Tewas Dianiaya Tetangga: Ketok-ketok, Dia Dipukuli
Jakarta, tvOnenews.com - Adik pencuri dua buah labu siam, Tita menceritakan kronologi detik-detik dugaan penganiayaan dialami kakaknya, MI (56) di Cianjur, Sabtu (28/2/2026) petang.
MI merupakan pria paruh baya asal Kampung Bayabang, Desa Talaga, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur. Ia tewas usai dituduh mencuri dua buah labu siam oleh tetangganya, UA (41).
Tita menerangkan, awal mula penganiayaan tersebut terjadi setelah adiknya memenuhi permintaan ibunya berusia 90 tahun. Ibu korban ingin membuat sayur untuk kebutuhan buka puasa.
Sontak, MI mengambil sebanyak dua buah labu siam dari kebun tetangganya. Namun, ibunya sempat menolak karena ingin memasak dicampur dengan sayur.
"Ada labu 2 diambil sama dia. Setelah itu, labu siamnya mau dimasak, cuma sama ibunya nggak mau, mau sama sayur katanya. Mau dimasak," ungkap Tita melalui saluran program Kabar Siang tvOne, Kamis (5/3/2026).
Pelaku Kejar ke Rumah Pencuri 2 Labu Siam
- ANTARA
Selepas itu, UA tak sengaja melihat MI diduga kedapatan mengambil labu siam dari kebunnya. Pelaku pun langsung mengejar korban hingga ke kediamannya.
MI dan UA sempat terlibat cekcok. Karena situasi semakin mencekam, pelaku tanpa berpikir panjang langsung memukuli korban.
Beberapa bagian tubuh korban yang menjadi target dugaan aksi kekerasan oleh tetangganya, mulai dari kepala, leher, wajah, hingga dadanya.
Korban didesak pelaku segera mengakui dugaan aksi pencurian dua buah labu siam di kebunnya. Aksi pemukulan itu membuat MI mengalami muntah-muntah.
"Dia (pelaku) ketok-ketok pintu rumah. Dia (korban) dipukulin," ucap Tita.
Pelaku berhenti memukul setelah adik korban dan warga melerai. Setelah sudah kondisi sempoyongan, korban mengaku sudah mengambil dua buah labu siam.
Kondisi Korban Sudah Lemas Sehari Kemudian
Tita menegaskan, dirinya tidak ada di lokasi. Ia hanya mengetahui saat bertemu dengan MI pada Minggu, 1 Maret 2026.
Tita menjelaskan, kakaknya sempat mendatangi rumahnya. MI saat itu masih belum menceritakan kondisi sebenarnya yang sudah dalam keadaan lemas.
"Saya cuma nanya, nanya gini, 'Kak, kenapa kamu lemas banget?', 'Saya lagi nggak enak badan', 'kenapa enggak enak badan datang ke rumah saya'," tuturnya sambil mengulas percakapan dengan kakaknya.
Korban Pingsan dan Tergeletak di Jalan
Pada Senin, 2 Maret 2026, Tita mendapat laporan dari warga bahwa kakaknya ditemukan pingsan di pinggir jalan. Kondisi MI sudah dalam keadaan tergeletak.
Ia sempat tidak percaya. Setelah memastikan kebenarannya, sosok yang tergeletak di jalan adalah kakaknya.
"Saya ngomong sama orang mau menolong, 'Pak, ini tolonglah saya anterin ke rumahnya kakak saya. Bapak yang bawa, nanti ojek dibayar sama saya'," terangnya.
Warga yang menemukan MI juga langsung melaporkan kondisi tersebut ke polisi. Kemudian, warga lain dan petugas Kepolisian ikut menolong dan mengantar ke kediaman korban.
Tidak Tahu Tubuh Korban Sudah Lebam
Tita mengatakan, dirinya dan keluarga tidak mengetahui tubuh korban sudah lebam dan memar. Sebab, kondisinya seperti masih sehat.
"Soalnya nggak kelihatan matanya seperti itu karena dia pakai kupluk, jadi saya nggak lihat," ngakunya.
Ia menyusul ke rumah korban. MI sudah dalam kondisi terbaring lemah layaknya sedang kritis atau koma.
Kondisi korban sudah kritis hingga dirawat di RSUD Sayang di Cianjur. Sayangnya nyawa MI tidak tertolong sehingga meninggal dunia di rumah sakit.
Hasil Visum Temukan Unsur Dugaan Penganiayaan
Sementara, Kapolres Cianjur, AKBP Akhmad Alexander Yurikho Hadi menyampaikan hasil autopsi korban. Kondisi memar di sejumlah bagian tubuh korban ditemukan adanya indikasi penganiayaan.
"Hasil autopsi luar, benar ini hasil penganiayaan. Berawal dari upaya tersebut, penyelidikan kami jalankan," ungkap Yurikho.
Motif Tetangga Pukul Pria Paruh Baya Pencuri Buah Labu Siam
- Antara
Yurikho menjelaskan, polisi langsung melakukan penyelidikan. Pelaku dugaan penganiayaan ternyata tetangga korban, UA.
Ia menyampaikan motif pelaku menghajar korban. UA merasa geram lantaran labu siam di kebunnya sering hilang.
Lanjut Yurikho, UA tidak tinggal diam. Hingga akhirnya, pelaku meyakini sosok yang sering mengambil labu siam di lahannya adalah MI.
"Itu dianggap tersangka sebagai orang yang belakangan hari sering melakukan pencurian labu siam di lahan yang digarap. Marah, benci kemudian sering kali labu siam yang dirawat untuk dipanennya selalu berkurang. Didapati M hanya mengambil dua yang karena alasan dianggap korban ini yang belakangan hari sering melakukan pencurian," katanya.
Polisi menetapkan UA sebagai tersangka setelah dilaporkan oleh pihak keluarga. Penetapan tersebut atas kasus dugaan penganiayaan.
Polisi telah mengamankan pelaku. UA sedang diperiksa oleh penyidik untuk menindaklanjuti kasus pria paruh baya tewas setelah mencuri dua buah labu di kebun pelaku.
(hap)