- Instagram @kontekscoid
Ermanto Usman Pria yang Dibunuh di Jatibening Ternyata Bukan Sosok Sembarangan, Rieke Diah Pitaloka Ungkap Pribadinya
Jakarta, tvOnenews.com - Anggota DPR RI Komisi XIII Rieke Diah Pitaloka mengungkap sosok Ermanto Usman (65) yang tewas akibat dibunuh orang tak dikenal di rumahnya di Jatibening, Kota Bekasi.
Berdasarkan penuturan Rieke, Ermanto bukanlah sosok sembarangan. Ermanto bukan sekedar pensiunan biasa.
Ermanto dketahui merupakan pensiunan karyawan Jakarta International Container Terminal (JICT). Ia memiliki rekam jejak sebagai aktivis pekerja pelabuhan.
"Pak Ermanto ini adalah dulu karyawan JICT yang sempat di-PHK, begitu, dalam kaitan kasus dugaan korupsi yang melibatkan RJ Lino. Dan kemudian dibentuklah Pansus di DPR, kebetulan saya sebagai Ketua Pansus Pelindo-nya dengan kerugian negara mencapai triliunan rupiah bahkan kalau pakai penilaian future values itu mungkin puluhan triliun kerugian Indonesia, begitu," ujar Rieke di rumah duka Ermanto di Bekasi, Rabu (4/3/2026).
Ernanto tewas setelah mengalami sejumlah luka setelah diduga terjadi perampokan di perumahan Kawasan Jatibening, pada Senin (2/3/2026).
Tak hanya itu, sang istri bernama Pasmilawati (60) juga mengalami luka-luka diserang orang tak dikenal tersebut.
Rieke mengatakan semasa hidupnya, korban aktif dalam Federasi Pekerja Pelabuhan Indonesia (FPPI) di Bawah naungan Konfederasi Rakyat Pekerja Indonesia (KRPI).
Menurutnya, Ermanto merupakan rekan seperjuangan yang konsisten mengawal kasus kerugian negara di Pelindo yang nilainya mencapai ratusan triliun rupiah.
Bahkan kata Rieke baru-baru ini Ermanto tengah berupaya membongkar Kembali kasus-kasus lama yang dianggap sengaja dihentikan.
"Sampai terakhirnya saya yakin Pak Ermanto terus memperjuangkan agar dibukanya kasus yang terindikasi dipetieskan. Kasus korupsi di pelabuhan yang terindikasi dipetieskan," tegas Rieke.
Keluarga Ermanto Usman Lapor ke LPSK
Keluarga Ermanto Usman, korban pembunuhan tragis di Bekasi, secara resmi mengajukan permohonan perlindungan ke Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK).
Permohonan tersebut disampaikan langsung dengan didampingi oleh Anggota Komisi XIII DPR RI Rieke Diah Pitaloka serta perwakilan dari Serikat Pekerja PT Jakarta International Container Terminal (JICT).
Ketua LPSK Brigjen Pol (Purn) Achmadi mengatakan pihaknya telah menerima permohonan tersebut.
Selain itu, pihaknya juga telah melakukan langkah awal dengan berkoordinasi dengan aparat penegak hukum yang menangani perkara tersebut.
“Terkait dengan sebuah kasus perkara yang terjadi di Bekasi beberapa hari yang lalu, intinya terhadap perkara ini LPSK telah melakukan langkah-langkah awal koordinasi dengan satuan yang menangani, pimpinan satuan yang menangani,” kata Achmadi di Kantor LPSK, Kamis (5/3/2026).
Ia menegaskan penanganan kasus harus dilakukan secara tepat dengan pendekatan penyelidikan ilmiah.
“Tentu perkara ini kita semua berharap mendorong agar dilakukan penanganan pengungkapan secara tepat dan mendasari pada scientific crime investigation. Ini penting untuk mengungkap sebuah perkara dengan tepat,” ujarnya.
Achmadi juga memastikan setiap permohonan perlindungan yang masuk akan segera ditindaklanjuti.
“Permohonan perlindungan yang masuk ke LPSK akan kita tindak lanjuti. LPSK siap untuk berikan perlindungan, pemenuhan hak, pemberian bantuan kepada saksi dan/atau korban sesuai ketentuan aturan yang berlaku,” jelasnya.
Sementara itu, Rieke mengatakan kedatangannya ke LPSK untuk mengantar keluarga korban agar mendapat perlindungan negara, khususnya bagi anak-anak korban yang mengalami trauma.
"Saya Rieke Diah Pitaloka, Anggota Komisi VI DPR RI sekaligus sebagai Ketua Umum Konfederasi Rakyat Pekerja Indonesia yang menaungi Federasi Pekerja Pelabuhan Indonesia yang di dalamnya ada Serikat Pekerja JICT. Di mana Pak Ermanto ini adalah pensiunan JICT yang juga pernah bergabung bersama keluarga besar Serikat Pekerja JICT," tutur Rieke.
"Saya didampingi pimpinan Serikat JICT dan juga ada kuasa hukum korban, pagi hari ini mengantar, meminta perlindungan untuk keluarga korban. Dua orang anak yang kami minta bantuan untuk mendapatkan assessment secara klinis juga, secara psikologis dari LPSK, terutama yang paling kecil karena berada di lokasi peristiwa saat kejadian," imbuhnya.
Ia menjelaskan permohonan perlindungan juga diajukan untuk istri korban yang saat ini masih dalam kondisi kritis di rumah sakit.
“Totalnya kami minta perlindungan terutama untuk istri korban yang sekarang masih dalam keadaan kritis di rumah sakit, untuk empat orang anak dan menantunya, dan siapapun yang berkorelasi dekat dengan korban,” ujarnya.
Rieke berharap aparat penegak hukum dapat mengungkap kasus ini secara menyeluruh, tidak hanya berhenti pada pelaku di lapangan.
“Mudah-mudahan kasus ini bisa terungkap bukan hanya eksekutor, tapi siapa otak di balik peristiwa yang sangat keji, sangat tragis di bulan Ramadan ini terjadi pembunuhan yang sangat kejam,” tegasnya.
Ia juga meminta pengawalan publik dan media agar kasus tersebut tidak berhenti di tengah jalan.
“Kami percaya kepada Kapolri Bapak Sigit beserta seluruh jajarannya bahwa kasus ini tidak akan dipetieskan seperti kasus JICT-nya sendiri,” ujarnya.
Rieke mengaku meminta perlindungan kepada LPSK ini karena merasa ada potensi ancaman terkait kasus tersebut.
“Saya langsung minta perlindungan Ketua LPSK. Kita semua minta dilindungi dalam kasus ini,” kata dia.
Diketahui, Ermanto Usman merupakan aktivis buruh yang pernah tergabung dalam Serikat Pekerja JICT.
Ia juga kerap menjadi narasumber dalam podcast Madilog yang membahas berbagai isu perburuhan, termasuk dugaan korupsi di JICT PT Pelindo. (muu)