news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Ermanto Usman (65) seorang aktivis yang tewas mengenaskan di Jatibening.
Sumber :
  • Instagram @kontekscoid

Ermanto Usman Pria yang Dibunuh di Jatibening Ternyata Bukan Sosok Sembarangan, Rieke Diah Pitaloka Ungkap Pribadinya

Anggota DPR RI Komisi XIII Rieke Diah Pitaloka ungkap sosok Ermanto Usman (65) yang tewas akibat dibunuh orang tak dikenal di rumahnya di Jatibening, Kota Bekasi.
Kamis, 5 Maret 2026 - 15:30 WIB
Reporter:
Editor :

“Terkait dengan sebuah kasus perkara yang terjadi di Bekasi beberapa hari yang lalu, intinya terhadap perkara ini LPSK telah melakukan langkah-langkah awal koordinasi dengan satuan yang menangani, pimpinan satuan yang menangani,” kata Achmadi di Kantor LPSK, Kamis (5/3/2026).

Ia menegaskan penanganan kasus harus dilakukan secara tepat dengan pendekatan penyelidikan ilmiah.

“Tentu perkara ini kita semua berharap mendorong agar dilakukan penanganan pengungkapan secara tepat dan mendasari pada scientific crime investigation. Ini penting untuk mengungkap sebuah perkara dengan tepat,” ujarnya.

Achmadi juga memastikan setiap permohonan perlindungan yang masuk akan segera ditindaklanjuti.

“Permohonan perlindungan yang masuk ke LPSK akan kita tindak lanjuti. LPSK siap untuk berikan perlindungan, pemenuhan hak, pemberian bantuan kepada saksi dan/atau korban sesuai ketentuan aturan yang berlaku,” jelasnya.

Sementara itu, Rieke mengatakan kedatangannya ke LPSK untuk mengantar keluarga korban agar mendapat perlindungan negara, khususnya bagi anak-anak korban yang mengalami trauma.

"Saya Rieke Diah Pitaloka, Anggota Komisi VI DPR RI sekaligus sebagai Ketua Umum Konfederasi Rakyat Pekerja Indonesia yang menaungi Federasi Pekerja Pelabuhan Indonesia yang di dalamnya ada Serikat Pekerja JICT. Di mana Pak Ermanto ini adalah pensiunan JICT yang juga pernah bergabung bersama keluarga besar Serikat Pekerja JICT," tutur Rieke.

"Saya didampingi pimpinan Serikat JICT dan juga ada kuasa hukum korban, pagi hari ini mengantar, meminta perlindungan untuk keluarga korban. Dua orang anak yang kami minta bantuan untuk mendapatkan assessment secara klinis juga, secara psikologis dari LPSK, terutama yang paling kecil karena berada di lokasi peristiwa saat kejadian," imbuhnya.

Ia menjelaskan permohonan perlindungan juga diajukan untuk istri korban yang saat ini masih dalam kondisi kritis di rumah sakit.

“Totalnya kami minta perlindungan terutama untuk istri korban yang sekarang masih dalam keadaan kritis di rumah sakit, untuk empat orang anak dan menantunya, dan siapapun yang berkorelasi dekat dengan korban,” ujarnya.

Rieke berharap aparat penegak hukum dapat mengungkap kasus ini secara menyeluruh, tidak hanya berhenti pada pelaku di lapangan.

Berita Terkait

1
2
3 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:03
02:32
06:19
12:51
01:04
03:54

Viral