- tvOnenews.com/Abdul Gani
MPR Ingatkan Prabowo Jika Serius Jadi Damai: Datangi Washington dan Desak Trump Hentikan Perang
Jakarta, tvOnenews.com - Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR), RI Hidayat Nur Wahid menegaskan rencana Presiden RI, Prabowo Subianto menjadi mediator antara Amerika Serikat dan Iran harus tetap berada dalam koridor politik luar negeri bebas aktif.
Menurut Hidayat, konstitusi sudah jelas memandatkan Indonesia untuk aktif menghadirkan perdamaian dunia.
“Ya tentu secara prinsip konstitusi memang membuat penegasan ya tentang pentingnya Indonesia aktif menghadirkan perdamaian dunia. Dan keaktifan itulah yang kemudian diejawantahkan menjadi ungkapan politik bebas aktif,” kata Hidayat kepada wartawan, Selasa (3/3/2026).
Ia menyambut baik rencana mediasi tersebut, apalagi disebut mendapat respons positif dari Kedutaan Besar Iran di Jakarta. Namun ia mengingatkan posisi Indonesia harus tegas.
“Posisinya adalah betul-betul untuk menghadirkan bebas aktif dan karenanya menghadirkan solusi untuk terjadinya perdamaian, untuk terjadinya keadilan, untuk terjadinya. ya dengan demikian maka Indonesia diharapkan betul-betul akan bisa menghentikan perang gitu ya," ungkapnya.
Hidayat bahkan menekankan, jika ingin efektif, Prabowo tidak cukup hanya mendekati Teheran.
“Nah, tentu karenanya beliau memang bukan hanya perlu datang ke Teheran, tapi juga ke Washington. Dan terutama sekali ke Washington," ujarnya.
Ia menyinggung pertemuan Prabowo dengan Presiden AS Donald Trump dalam forum Konferensi Tingkat Tinggi Board Of Peace (BoP) di Washington DC, Amerika Serikat.
Menurutnya, pujian Trump kepada Prabowo harus dimanfaatkan untuk menyuarakan penghentian perang.
“Ya, Pak Prabowo sangat dipuji oleh Donald Trump, dikatakan sebagai presiden yang sangat berani, termasuk beliau malah nggak mau melawan gitu kan. Nah inilah bila demikian kondisinya dan kalau itu adalah satu pujian yang tulus, ini adalah kesempatan untuk kemudian mengingatkan Donald Trump bahwa serangan ini ya harus dihentikan," kata Hidayat.
Hidayat menilai serangan tersebut bertentangan dengan Piagam PBB dan semangat BOP yang diklaim ingin menghadirkan perdamaian.
“Jadi ini kesempatan Pak Prabowo untuk menyampaikan bahwa kalau memang serius dengan BOP, hentikan perang dong. Jangan malah katanya damai tapi malah justru menciptakan medan perang yang baru," tegasnya.