news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Presiden Prabowo Subianto menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Dewan Perdamaian (Board of Peace/BoP) Gaza di Donald J Trump Institute of Peace, Washington DC, Amerika Serikat, Kamis (19/2/2026)..
Sumber :
  • ANTARA/HO-BPMI Sekretariat Presiden

Pemerintah Iran Apresiasi Tawaran Mediasi Prabowo, Tapi Tak Yakin Berhasil

Pemerintah Iran melalui kedutaan besarnya mengapresiasi tawaran Presiden Prabowo Subianto untuk membantu mediasi terkait eskalasi konflik dengan AS dan Israel.
Selasa, 3 Maret 2026 - 02:00 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Pemerintah Iran melalui kedutaan besarnya mengapresiasi tawaran Presiden Prabowo Subianto untuk membantu mediasi terkait eskalasi konflik dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel.

Pernyataan itu disampaikan oleh Duta Besar Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi dalam konferensi pers di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Senin (2/3/2026).

Namun, hingga saat ini belum ada komunikasi lanjutan yang dilakukan pemerintah Indonesia kepada Iran terkait tawaran tersebut.

“Kami apresiasi niat baik yang disampaikan oleh Pemerintah Republik Indonesia, tetapi sampai saat ini belum ada langkah berkaitan dengan hal tersebut,” ungkap Boroujerdi.

Di sisi lain, pihaknya tidak yakin apakah rencana mediasi pemerintah Indonesia tersebut akan membuahkan hasil.

“Kami masih belum mengetahui apakah langkah seperti ini dapat berdampak atau berpengaruh atau tidak,” kata Boroujerdi.

Boroujerdi menegaskan Iran terbuka apabila pemerintah Indonesia ingin berkomunikasi terkait situasi konflik saat ini.

“Jika Pemerintah Indonesia ingin melakukan komunikasi dan interaksi, dan berbicara dengan pihak Iran, tentu hal tersebut memungkinkan,” ungkapnya.

Hanya saja, pihaknya tidak dapat memastikan apakah rencana mediasi Prabowo dapat dilakukan atau tidak.

“Tetapi saya tidak bisa memberikan jawaban dan tidak tahu apakah mediasi dapat dilakukan atau tidak,” kata Boroujerdi.

“Apakah di situasi seperti ini mediasi bisa membuahkan hasil atau tidak, saya tidak bisa menjawabnya. Tetapi komunikasi dan interaksi antar pejabat senior pemerintahan kedua negara tentu memungkinkan dan dapat dilakukan,” tandasnya. (saa/aag)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:40
02:52
02:31
08:19
07:54
03:50

Viral