- tvOne - abdul rohim
MBG Ramadhan di Bangkalan Diprotes Wali Murid, Pengasuh Ponpes Desak Bupati Bertindak
Bangkalan, tvOnenews.com – Menu Makanan Bergizi Gratis (MBG) berupa keringan selama bulan suci Ramadan banyak dikeluhkan wali siswa di Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, karena dinilai asal-asalan yang diberikan kepada penerima manfaat MBG. Pengasuh Ponpes Mambaus Salam Bangkalan, Madura, KH Imron Fattah, mendesak Bupati Bangkalan Lukman Hakim dan Satgas MBG turun ke lapangan melakukan sidak.
Menurut KH Imron Fattah, menyampaikan, banyak keluhan dari wali murid di Bangkalan yang menyampaikan kepada dirinya mulai dari WA dan menyampaikan langsung, tentang menu Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang sekarang berbentuk keringan, yang diterima penerima manfaat.
Namun dalam pelaksanaannya, banyak problem yang terjadi di lapangan. Antara lain, menu MBG yang diberikan tidak layak dan ditengarai disunat demi meraup keuntungan besar.
"Ada yang buah busuk tetap di bagikan kepada siswa, roti yang asal asalan, kurma, serta kacang, bahkan ada tempe rebus dan ubi ubian yang terjadi di lapangan," katanya, Senin (2/3).
Oleh sebab itu, dirinya meminta Bupati Bangkalan Lukman Hakim dan Satgas Bambang Mustika, jangan tinggal diam saja, harus turun melakukan sidak ke lapangan sebagai fungsi kontorol pemangku kebijakan.
Saya meminta bupati dan satgas turun kebawah melakukan sidak langsung keoada penerima maamfaat, karena sejak ramadan pertama, wali siswa banyak yang berteriak soal menu MBG berupa keringan yang diduga tidak layak dan tidak sesuai harga.
"Ia masak banyak keluhan mulai kemaren pemerintah diam saja, belum ada tindakan apapun, kepada pemilik dapur mbg di bangkalan sebagai pengawas, kepanjgan tangan presiden di bawah," ungkap Ra Imron.
Selain itu, ia juga mengingatkan kepada para pengelola dapur SPPG agar tidak main-main dalam memenuhi tanggung jawabnya kepada penerima dan memberikan menu MBG yang layak, bergizi, dan sesuai ketentuan.
Meski demikian, pelaksanaan di lapangan harus betul-betul menjadi perhatian publik secara berkelanjutan.
"Semua lini harus diawasi dengan ketat, apalagi selama Ramadan. Jadi mulai aspek tata kelola, penyajian, kualitas, hingga urusan distribusi harus kita awasi bersama. Jangan sampai program prioritas Presiden Prabowo Subianto malah menjadi petaka," ujar Kiai Imron.