- ANTARA FOTO/ Xinhua/tom/am.
Prabowo Ingin Mediasi Konflik AS-Iran, Pakar: Berat Tanpa Perencanaan Matang
Jakarta, tvOnenews.com - Pakar hubungan internasional Universitas Padjadjaran (Unpad) Teuku Rezasyah menyoroti keinginan Presiden Prabowo Subianto menjadi mediator konflik antara Amerika Serikat-Israel dan Iran.
Menurutnya, keinginan itu adalah hal yang sesuai dengan amanat UUD 1945 terkait menciptakan perdamaian dunia.
"Ide ini juga menunjukkan harapan Presiden Prabowo untuk membagikan pengalaman terbaik RI dalam menengahi konflik, sebagaimana telah dipraktikkan di masa lalu," kata Reza, Minggu (1/3/2026).
Namun, ia menilai, keinginan tersebut akan berat untuk dilakukan jika tidak ada perencanaan yang matang.
Sebab, lanjut dia, untuk mencapai perdamaian antara ketiga negara tersebut harus mendapat persetujuan dari para pihak yang bertikai.
Indonesia memang memiliki pengalaman menjadi mediator konflik antarnegara, yakni ketegangan antara Thailand dan Filipina, serta Kamboja.
Di bawah pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang juga Ketua ASEAN 2011, Thailand dan Kamboja bisa dipertemukan.
Namun, Reza menilai konflik yang terjadi saat ini lebih panas karena akan sulit untuk mempertemukan Iran dengan Israel ataupun AS.
Iran juga dinilai belum tentu menghendaki kehadiran Israel dalam forum perundingan, sementara Indonesia juga tidak memiliki hubungan diplomatik resmi dengan Israel.
"Karena itu, Indonesia perlu memiliki peta jalan untuk setiap tahapan perundingan yang menggambarkan pemahaman mendalam atas krisis serta sasaran yang ingin dicapai," ujarnya. (ant/iwh)