news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Menteri Agama (Menag), Nasaruddin Umar..
Sumber :
  • Istimewa

Menag Klaim Indeks Kerukunan Umat Beragama di Tahun 2025 Tertinggi Sepanjang Sejarah

Menteri Agama Nasaruddin Umar menyatakan tingkat kerukunan umat beragama Indonesia pada 2025 mencapai titik tertinggi sepanjang sejarah.
Minggu, 1 Maret 2026 - 11:16 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com — Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menyatakan tingkat kerukunan umat beragama Indonesia pada 2025 mencapai titik tertinggi sepanjang sejarah.

Klaim itu disampaikan di tengah perayaan Imlek 2577 yang beririsan dengan bulan suci Ramadan, sebuah momentum yang disebutnya sebagai simbol harmoni kebangsaan.

Berbicara dalam puncak Imlek Festival 2577 bertajuk Harmoni Imlek Nusantara di Lapangan Banteng, Sabtu (28/2/2026) malam, Nasaruddin merujuk pada capaian indeks kerukunan yang diklaim mencatat rekor nasional.

“Tahun 2025 tercatat dalam indeks bahwa tingkat kerukunan (umat beragama) Indonesia sepanjang sejarah bangsa mencapai puncaknya,” katanya.

Ia menilai capaian tersebut semakin bermakna karena perayaan Tahun Baru Imlek tahun ini berlangsung beriringan dengan Ramadan.

Menurutnya, perjumpaan dua tradisi besar itu menjadi refleksi nyata wajah Indonesia yang majemuk.

“Lentera-lentera merah Imlek yang bercahaya, parade budaya, pasar UKM, serta berbagai pertunjukan akulturasi yang kita saksikan hari ini menjadi simbol indah bagaimana dua tradisi besar ini, Imlek dan Ramadan, dapat saling melengkapi dalam semangat kebersamaan. Di Indonesia yang kita cintai ini, Imlek telah menjadi bagian daripada kekayaan budaya dan bangsa,” ucap Nasaruddin.

Pemerintah, kata dia, hadir bukan sekadar sebagai fasilitator acara, melainkan sebagai penjaga harmoni sosial di tengah keberagaman.

Festival ini disebutnya sebagai wujud konkret komitmen negara dalam merawat persaudaraan lintas iman dan etnis.

Nasaruddin juga menegaskan bahwa perbedaan bukanlah jurang pemisah, melainkan energi pemersatu bangsa.

Ia mengajak masyarakat menjadikan Imlek sebagai momentum refleksi nilai kebajikan, rasa syukur, serta solidaritas sosial.

“Semoga menjadi momentum untuk semakin mempererat persatuan dan keadilan sosial, sehingga tidak ada lagi kemiskinan dan ketimpangan yang memisahkan kita, serta saling berbagi rezeki,” ujarnya.

Menutup sambutannya, Nasaruddin menyampaikan ucapan selamat kepada masyarakat Tionghoa di seluruh Indonesia.

“Semoga cahaya lentera Imlek terus menyala sebagai simbol harapan, keberuntungan, dan kebahagiaan sekaligus menyatu dengan cahaya iman di bulan Ramadan,” tutupnya. (agr/nsi)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

03:35
02:39
01:06
04:15
02:02
08:19

Viral