- Antara
Kepala SPPG Minta Maaf, Begini Kronologi 43 Siswa Terdampak Insiden Keamanan Pangan MBG di Cimahi
Jakarta, tvOnenews.com – Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Karangmekar 2 Cimahi, Nur Arif Putra Pratama, menyatakan sudah mengambil langkah cepat setelah menerima laporan siswa dan guru yang mengalami dugaan insiden keamanan pangan usai menyantap program Makan Bergizi Gratis pada Rabu (25/2/2026).
Diketahui bahwa pada hari itu, menu MBG yang dibagikan terdiri atas onigiri, telur rebus, sari gandum, kurma, biskuit Regal, dan susu.
Menindaklanjuti laporan tersebut, SPPG langsung berkoordinasi dengan fasilitas kesehatan, memastikan penanganan medis oleh dokter, serta menjalin komunikasi intensif dengan orang tua siswa.
"Kami memberikan informasikan dengan baik kepada orang tua dengan tidak membuat mereka panik dan melakukan penjelasan gizi lalu permohonan minta maaf," ujarnya, Kamis (26/2/2026).
Hingga Rabu malam, sebanyak 43 orang tercatat terdampak dan menjalani pemeriksaan di beberapa rumah sakit di Cimahi.
Keluhan yang muncul umumnya berupa muntah lebih dari dua hingga tiga kali. Tidak ada laporan pasien dalam kondisi berat atau kritis.
Sampel makanan yang diduga menjadi penyebab kejadian telah diamankan untuk diuji di laboratorium. Nur juga melaporkan kronologi peristiwa tersebut kepada Badan Gizi Nasional dan menyatakan siap berkoordinasi dengan aparat kepolisian jika diperlukan langkah pengamanan lanjutan.
Proses produksi disebut sesuai SOP
Nur menegaskan bahwa proses produksi makanan telah mengikuti Standar Operasional Prosedur. Berdasarkan laporan internal, bahan baku diterima pada 24 Februari 2026 pukul 07.00 WIB dan langsung melalui pemeriksaan kualitas oleh ahli gizi sebelum disimpan dalam pendingin.
Tahap persiapan dimulai pukul 12.30 WIB dengan penerapan enam langkah cuci tangan, penggunaan alat pelindung diri lengkap, serta pencucian bahan menggunakan air mengalir.
Ayam direbus pukul 13.30 WIB untuk diolah menjadi ayam suwir. Nasi dimasak pukul 16.00 WIB, sementara pencetakan onigiri dilakukan pukul 20.30 WIB oleh relawan yang telah dipastikan dalam kondisi sehat.
Distribusi makanan dilakukan pukul 06.50 WIB dan dikonsumsi sekitar pukul 12.00 WIB. Seluruh rangkaian proses disebut berada dalam pengawasan Kepala SPPG bersama staf terkait.
"Saat ini, investigasi penyebab penurunan kualitas makanan masih dilakukan bersama Dinas Kesehatan dan Kesling," pungkasnya. (rpi)