news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Belasan PKL Tanah Abang Ditertibkan Petugas.
Sumber :
  • Istimewa

Lapak PKL di Tanah Abang Dibongkar, 100 Personel Gabungan Diterjunkan untuk Pengawasan

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta membongkar sejumlah lapak pedagang kaki lima (PKL) yang berdiri di atas trotoar kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat.
Kamis, 26 Februari 2026 - 15:22 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta membongkar sejumlah lapak pedagang kaki lima (PKL) yang berdiri di atas trotoar kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Wali Kota Jakarta Pusat, Arifin, mengatakan pembongkaran dilakukan untuk membuat kawasan tersebut menjadi rapi, tertib, nyaman didatangi banyak orang.

“Karena kan gini, kalau kawasan Tanah Abang rapi, teratur, tertib, kan yang datang juga akan banyak kan gitu. Yang datang ke situ kan senang, nyaman gitu,” kata Arifin kepada wartawan, Kamis (26/2/2026).

“Tapi kalau kumuh, kotor, ya kan, buat jalan juga susah dan sebagainya itu, ya orang juga akan malas entar datang lagi ke Tanah Abang,” lanjutnya.

Menurut Arifin, penataan kawasan Tanah Abang akan berdampak kepada para pedagang yang berjualan di sana.

“Jadi sebenarnya kalau kesemrawutan itu dibiarkan, yang mendapatkan kerugiannya tanpa terasa juga para pedagang yang ada di situ,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Arifin menjelaskan pihaknya juga menerjunkan sekitar 100 personel gabungan untuk pengawasan.

“Kalau kemarin Dishub kita tempatkan ada 40-an orang. Kalau Satpol PP antara 50 sampai 70. Bergantian,” kata Arifin.

Selain itu, pihaknya juga meminta Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) untuk lebih sering membersihkan Tanah Abang. 

“Karena nyapu di situ tuh kelihatannya memang harus lebih sering jamnya, karena kan aktivitasnya terlalu tinggi ya, sehingga sering kali sampah lebih cepat berserakan ya. Jadi enggak bisa seperti di tempat yang lain,” ujarnya.

“Kalau tempat yang lain kita sapu pagi, entar misalnya siang jam 12 atau jam berapa datang nyapu lagi, mungkin enggak masalah. Tapi kalau di situ enggak bisa. Karena aktivitasnya tinggi,” pungkas Arifin. (saa/iwh)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:46
01:34
07:27
02:53
00:44
06:12

Viral