- Istimewa
Setahun Kepemimpinan Pramono-Rano, Legislator PKS Sorot Transparansi Kinerja yang Sulit Diakses Warga Jakarta
Jakarta, tvOnenews.com - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno telah menjalani masa kepemimpinannya selama satu tahun.
Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta Fraksi PKS, Nabilah Aboebakar mengatakan sudah sepatunya terdapat evaluasi menyeluruh terkait program quick wins Pramono-Ranonyang dijanjikan kepada masyarakat.
Menurutnya evaluasi penting untuk segera dilakukan mengingat parameter keberhasilan tak hanya bersifat administratif atau seremonial.
“Quick wins harusnya bukan sekadar program yang cepat diumumkan, tetapi harus benar-benar cepat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Disini ukurannya jelas, contoh seperti apakah genangan akan berkurang, pelayanan publik bisa membaik, dan terakhir apakah keluhan warga juga menurun,” kata Nabilah.
Nabilah menjelaskan terdapat sejumlah permasalahan sektor strategis yang membelenggu wilayah Jakarta di bawah kepemimpinan Pramono-Rano.
Menurutnya permaslahan sektor strategis seperti pengendalian banjir, pengelolaan sampah, serta perbaikan infrastruktur lingkungan dinilai masih membutuhkan percepatan dan konsistensi eksekusi.
Tak hanya itu, ia juga menyorot soal transparansi keberhasilan kinerja Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta yang belum dapat diakses publik.
"Seharusnya masyarakat hari ini sudah berhak tahu sejauh mana target tercapai, berapa persen realisasi anggaran, dan apa kendala di lapangan,” ungkapnya.
Di sisi lain, Nabilah turut mengapresiasi sejumlah langkah respons cepat yang telah dilakukan Pemprov DKI Jakarta khususnya dalam penanganan darurat dan perbaikan layanan tertentu.
Kendati demikian, Legislator PKS ini tetap meminta keberlanjutan dan dampak jangka panjang tetap menjadi kunci.
“Setahun adalah waktu yang cukup untuk menunjukkan arah. Evaluasi ini bukan untuk menjatuhkan, tetapi memastikan Jakarta bergerak sesuai harapan warga, kita ingin quick wins bukan hanya cepat di awal, tetapi kuat dalam hasil,” pungkasnya.(raa)