- Kolase tvOnenews.com/ tvOne - One on One
Buntut Kontroversi Unggahan Dwi Sasetyaningtyas, Wamen Stella Christie Beri Sindiran Keras: Beasiswa Adalah Utang Budi
tvOnenews.com - Seorang konten kreator, Dwi Sasetyaningtyas alias Tyas sebagai alumni penerima beasiswa viral hingga dikuliti netizen akibat video kontroversialnya.
Dengan bangga, Dwi Sasetyaningtyas memamerkan bahwa anaknya telah mendapatkan paspor warga negara asing (WNA) Inggris.
Akibatnya video tersebut viral dan menjadi polemik hebat, tak hanya di media sosial, bahkan sejumlah elite negara turut memberikan tanggapan mengenai polemik itu.
Salah satunya yang memberikan tamparan keras bagi Dwi Sasetyaningtyas maupun alumni LPDP lainnya yaitu Wamendikti Saintek, Prof. Stella Christie.
Wamen Stella mengungkapkan bahwa dirinya pernah dikecam oleh netizen mengenai hal ini. Ia menegaskan bahwa se penerima beasiswa yang bersumber dari negara merupakan utang budi.
“Saya pernah dikecam netizen ketika mengimbau penerima beasiswa S1 luar negeri Kemendiktisaintek bahwa beasiswa adalah utang. Namun kenyataannya memang demikian, setiap beasiswa dari negara adalah utang budi,” ungkap Wamen Stella Christie, pada Minggu (22/2/2026).
Menurutnya, dana pendidikan dari negara bukan hanya sekadar fasilitas gratis, melainkan bentuk kepercayaan masyarakat yang memiliki nilai moral yang harus dijaga.
“Kontroversi yang muncul belakangan ini pada dasarnya mencerminkan pendidikan moral pada tahap awal kehidupan. Beasiswa tidak dipahami sebagai amanah, melainkan sekadar fasilitas. Di sinilah letak persoalannya,” ujarnya.
- Tim tvOne - Sri Cahyani Putri
Pihaknya menegaskan dengan sekadar memperketat aturan dan menambah lapisan birokrasi bagi penerima beasiswa bukanlah solusi.
Regulasi yang bersifat terlalu menekan justru berisiko memicu sikap skeptis dan melunturkan rasa terima kasih.
Alih-alih membangkitkan semangat kontribusi yang tulus, aturan tersebut justru dapat memicu upaya mencari celah untuk menghindari dari kewajiban.
“Pembatasan yang berlebihan justru berpotensi menumbuhkan sikap sinis, penerima beasiswa menjadi kurang bersyukur kepada negara dan sibuk mencari celah untuk menghindari kewajiban,” tegas Stella.
“Yang lebih dibutuhkan adalah kepercayaan memberi ruang bagi para penerima beasiswa untuk menemukan caranya sendiri dalam memberi manfaat bagi bangsa,” sambungnya.
Kemudian, Stella juga menyebutkan sejumlah ilmuwan diaspora Indonesia yang dikenal memberikan dedikasi kuat untuk berkontribusi pada negara serta membuka peluang kepada sesama.