news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung..
Sumber :
  • tvOnenews.com/Syifa Aulia

Pramono Sebut Harga Cabai di Jakarta Turun, Beras dan Daging Masih Stabil

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung mengatakan, harga cabai di Jakarta sudah turun. Penurunan harga terjadi sebelum Pemprov DKI melakukan intervensi harga.
Senin, 23 Februari 2026 - 16:27 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung mengatakan harga cabai di Jakarta sudah turun. Penurunan harga terjadi sebelum Pemprov DKI melakukan intervensi harga.

“Jadi cabai, belum diintervensi aja harganya sudah turun,” kata Pramono di Balai Kota Jakarta, Senin (23/2/2026).

Dia mengatakan, telah meminta kepada Pasar Jaya untuk memonitor langsung harga pangan di pasar-pasar Jakarta, utamanya harga cabai, daging, dan beras.

“Karena ini (cabai, daging, beras) biasanya komponen yang secara langsung akan berpengaruh terhadap inflasi,” ungkap Pramono.

“Tetapi sampai dengan per hari ini, hari kelima/keempat Ramadan, ya kita menyambut Ramadan ini, alhamdulillah harga-harga masih terjaga dengan baik,” lanjutnya.

Sebelumnya, Pemprov DKI Jakarta mengungkapkan harga cabai rawit merah di Jakarta merangkak naik saat awal bulan Ramadan.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta, Hasudungan Sidabalok, menyebut harga cabai rawit merah di tingkat petani di Sulawesi Selatan tembus Rp45.000 per kg.

“Sementara di Pulau Jawa berkisar Rp60.000 sampai Rp80.000 per kg sehingga didapat disparitas harga yang cukup besar,” ungkap Hasudungan, Kamis (19/2/2026).

Sementara, kata Hasudungan, harga cabai rawit merah yang dijual di pasar sudah menembus hingga Rp90.000 per kg.

Dia menyebut rata-rata pedagang di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, menjual cabai tersebut mulai dari harga Rp75.000 sampai Rp90.000 per kg.

“Sementara harga rata-rata cabai rawit merah pada tingkat konsumen di Pasar Induk Kramat Jati berkisar Rp75.000 - Rp90.000/kg untuk kualitas terbaik,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Hasudungan menyebut kenaikan harga cabai terjadi karena tingginya curah hujan di wilayah Sulawesi Selatan dan Pulau Jawa.

Selain itu, terjadi lonjakan permintaan konsumen menjelang bulan Ramadan dan Hari Raya Imlek 2026. (saa/dpi)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

41:24
01:28
05:31
02:52
06:55
12:51

Viral