- Antara
Sidang Isbat 1 Ramadhan 2026 Digelar Hari Ini: Cek Jadwal, Link Live Streaming, dan Tahapannya
Selisih waktu Bulan terbenam setelah Matahari (lag) berkisar antara 8 menit 16 detik di Jayapura hingga minus 3 menit 7 detik di Tua Pejat, yang berarti Bulan sudah lebih dahulu terbenam.
“Secara astronomis, kemungkinan terlihatnya hilal pada 17 Februari sangat kecil karena posisi Bulan masih berada di bawah cakrawala,” tulis akun Instagram @infobmkg.
Kendati demikian, pengamatan tetap dilaksanakan sebagai bagian dari prosedur ilmiah dan dokumentasi astronomis.
Kondisi berbeda diperkirakan terjadi pada Rabu (18/2/2026). Berdasarkan hisab, tinggi hilal saat Matahari terbenam diprediksi berada di atas ufuk, yakni antara 7 derajat 37 menit di Merauke hingga 10 derajat 2 menit di Sabang, Aceh. Elongasi geosentris tercatat berkisar 10 derajat 42 menit di Jayapura hingga 12 derajat 13 menit di Banda Aceh.
Fraksi iluminasi Bulan mendekati 1 persen, sementara umur Bulan telah melampaui 20 jam, yakni sekitar 20 jam 55 menit di Jayapura hingga 23 jam 51 menit di Banda Aceh. Selisih waktu terbenam Bulan setelah Matahari mencapai 35 hingga 45 menit.
Angka tersebut telah melampaui kriteria visibilitas hilal MABIMS, yakni tinggi minimal 3 derajat dan elongasi minimal 6,4 derajat, sehingga peluang hilal terlihat secara visual semakin besar.
Sebagai bagian dari proses rukyatul hilal, BMKG menyiapkan 37 titik pengamatan di seluruh Indonesia. Data hasil pemantauan tersebut akan menjadi salah satu bahan pertimbangan dalam Sidang Isbat sebelum pemerintah menetapkan awal Ramadhan 1447 Hijriah secara resmi. (nba)
Link live streaming Sidang Isbat 2026
Seperti tahun-tahun sebelumnya, proses Sidang Isbat dapat disaksikan secara langsung melalui kanal YouTube resmi Kemenag RI. Selain itu, Kompas.com juga menayangkan rangkaian pemantauan hilal hingga pengumuman hasil sidang melalui kanal YouTube resminya.
Berikut tautan siaran langsung Sidang Isbat awal Ramadhan 2026: