- Antara
BMKG Peringatkan Hujan Lebat hingga Sangat Lebat di Sejumlah Kota, Jakarta dan Surabaya Berpotensi Disertai Petir
Jakarta, tvOnenews.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi hujan lebat hingga sangat lebat di sejumlah wilayah Indonesia. Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan cuaca ekstrem yang dapat berdampak pada aktivitas harian.
Prakirawan BMKG Adelia dalam prakiraan cuaca daring yang dipantau dari Jakarta, Sabtu (14/2/2026), menyampaikan bahwa sejumlah provinsi berpotensi mengalami hujan dengan intensitas tinggi.
“Perlu ditingkatkan kesiapsiagaan potensi hujan lebat hingga sangat lebat di wilayah Kepulauan Bangka Belitung, Bengkulu, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Maluku Utara, dan Papua Tengah,” ujar Adelia.
Peringatan BMKG ini menjadi perhatian penting, terutama bagi masyarakat di daerah rawan banjir, longsor, maupun genangan akibat curah hujan tinggi.
Prakiraan Cuaca Kota-Kota Besar di Sumatera
BMKG memprakirakan kondisi cuaca beragam di sejumlah kota besar di Pulau Sumatera. Berikut rinciannya:
-
Berawan: Tanjung Pinang
-
Hujan ringan: Banda Aceh, Medan, Pekanbaru, Padang, Jambi, Pangkal Pinang, Palembang, Bandar Lampung
-
Hujan disertai petir: Bengkulu
Potensi hujan disertai petir di Bengkulu perlu diwaspadai karena dapat disertai angin kencang dan kilat.
Pulau Jawa: Jakarta dan Surabaya Waspada Petir
Untuk wilayah Pulau Jawa, BMKG memperkirakan hujan dengan variasi intensitas di sejumlah kota besar.
-
Hujan ringan: Serang, Bandung, Semarang
-
Hujan sedang: Yogyakarta
-
Hujan disertai petir: Jakarta, Surabaya
Potensi hujan berpetir di Jakarta dan Surabaya menjadi perhatian, mengingat dua kota ini memiliki tingkat mobilitas dan aktivitas masyarakat yang tinggi, terutama pada akhir pekan.
Kalimantan: Berawan Tebal dan Hujan Ringan
Di wilayah Kalimantan, BMKG memprakirakan kondisi berawan tebal di beberapa kota besar.
-
Berawan tebal: Pontianak, Banjarmasin, Samarinda
-
Hujan ringan: Palangka Raya, Tanjung Selor
Kondisi berawan tebal dapat menjadi indikasi potensi hujan pada periode waktu tertentu, sehingga masyarakat tetap diminta waspada terhadap perubahan cuaca yang cepat.
Bali dan Nusa Tenggara: Kupang Berpotensi Hujan Petir
Untuk wilayah Bali dan Nusa Tenggara, prakiraan cuaca menunjukkan:
-
Hujan ringan: Denpasar, Mataram
-
Hujan disertai petir: Kupang
BMKG mengingatkan bahwa hujan berpetir berpotensi disertai angin kencang dalam durasi singkat.
Sulawesi: Berawan Tebal hingga Kabut
Sementara itu, wilayah Sulawesi diprakirakan mengalami variasi cuaca sebagai berikut:
-
Berawan tebal: Palu
-
Asap atau kabut: Mamuju
-
Hujan ringan: Manado, Gorontalo, Makassar
-
Hujan berpetir: Kendari
Kondisi kabut di Mamuju juga perlu menjadi perhatian, khususnya bagi pengguna jalan dan transportasi yang membutuhkan jarak pandang optimal.
Indonesia Timur: Mayoritas Diguyur Hujan
Untuk wilayah Indonesia bagian timur, BMKG memprakirakan mayoritas kota besar akan mengalami hujan pada hari ini.
-
Hujan ringan: Ternate, Ambon, Sorong, Manokwari, Nabire, Jayapura
-
Hujan sedang: Jayawijaya, Merauke
Intensitas hujan sedang di Jayawijaya dan Merauke perlu diantisipasi, terutama di wilayah dengan kontur geografis berbukit atau rawan genangan.
Imbauan BMKG kepada Masyarakat
BMKG menekankan pentingnya kesiapsiagaan masyarakat terhadap potensi hujan lebat hingga sangat lebat, khususnya di:
-
Kepulauan Bangka Belitung
-
Bengkulu
-
Jawa Barat
-
Jawa Tengah
-
Yogyakarta
-
Jawa Timur
-
Nusa Tenggara Barat
-
Nusa Tenggara Timur
-
Maluku Utara
-
Papua Tengah
Cuaca ekstrem berpotensi menimbulkan dampak turunan seperti banjir, tanah longsor, genangan, hingga gangguan transportasi darat, laut, dan udara.
Masyarakat diminta untuk:
-
Memantau informasi resmi prakiraan cuaca BMKG
-
Mengantisipasi genangan dan banjir di wilayah rawan
-
Berhati-hati terhadap potensi petir dan angin kencang
-
Menyesuaikan aktivitas luar ruangan dengan kondisi cuaca terkini
Prakiraan cuaca ini bersifat dinamis dan dapat berubah sesuai perkembangan atmosfer. BMKG mengimbau masyarakat untuk terus mengikuti pembaruan informasi cuaca guna mengurangi risiko akibat kondisi cuaca ekstrem. (nsp)