- Kemenag
Menag Ajak PNM Jadikan Ramadan Momentum Perbaikan Diri dan Penguatan Ekonomi Umat
Ia menjelaskan bahwa sebagian besar nasabah PNM merupakan kelompok mustadhafin atau masyarakat ekonomi lemah yang membutuhkan dukungan permodalan dan pendampingan usaha.
“Visi Menteri Agama dalam mengoptimalkan pemanfaatan dana sosial, termasuk zakat dan wakaf, mudah-mudahan memiliki potensi untuk dimanfaatkan bagi nasabah PNM. Secara praktis, 16 juta nasabah aktif yang kami biayai saat ini merupakan kelompok mustadhafin,” kata Arief.
Optimalisasi dana sosial keagamaan seperti zakat dan wakaf dinilai memiliki potensi besar untuk memperkuat akses permodalan bagi masyarakat kecil. Sinergi ini diharapkan dapat menciptakan dampak berkelanjutan, tidak hanya dari sisi ekonomi, tetapi juga sosial dan spiritual.
Ramadan sebagai Penguat Etos Kerja dan Kepedulian
Kunjungan Menteri Agama ke PNM menjadi momentum reflektif menjelang Ramadan 1447 Hijriah. Di tengah tantangan ekonomi global dan dinamika sosial, penguatan nilai spiritual dinilai penting untuk menjaga optimisme dan arah pembangunan yang berkeadilan.
Pesan yang disampaikan Nasaruddin Umar menegaskan bahwa spiritualitas dan profesionalitas bukan dua hal yang terpisah. Justru keduanya harus berjalan seiring agar lembaga keuangan yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat kecil dapat terus tumbuh dengan integritas dan keberpihakan.
Bagi PNM, Ramadan tahun ini diharapkan menjadi penguat komitmen dalam membangun ekosistem pembiayaan yang inklusif, berkelanjutan, dan sesuai prinsip syariah, sekaligus menghadirkan manfaat nyata bagi jutaan pelaku usaha ultra mikro di Indonesia. (nsp)