- Istimewa
Kronologi Ratusan Siswa dan Guru di Jember Tumbang Diduga Keracunan MBG, Berawal Antrean Panjang Siswa di Toilet
Jakarta, tvOnenews.com - Suasana di SMP Negeri 1 Umbulsari, Kabupaten Jember, mendadak mencekam pada Kamis (5/2/2026) siang. Puluhan siswa dan guru harus mengantre panjang di depan toilet sekolah, karena rasa mual dan sakit perut hebat yang menyerang secara bersamaan.
Insiden ini diduga kuat merupakan dampak keracunan massal setelah para siswa dan guru mengonsumsi menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dibagikan pada hari sebelumnya.
Tercatat, sebanyak 112 orang menjadi korban, yang terdiri dari 99 murid dan 13 guru.
Kapolsek Umbulsari, AKP Setyono Budhi, membeberkan situasi darurat tersebut berdasarkan laporan dari bhabinkamtibmas di lapangan.
"Kepala sekolah mengaku siswanya antre kamar mandi karena mual dan sakit perut," jelas Budhi.
Melihat kondisi yang semakin tidak terkendali, pihak kepolisian segera menghubungi Puskesmas Umbulsari untuk memberikan pertolongan pertama di lokasi sekolah. Sebagian besar korban mengeluhkan gejala diare, muntah, hingga pusing.
"Pihak puskesmas kemudian memberi obat mual dan sakit perut hingga kondisi para siswa berangsur membaik," tambah Budhi.
Meski sebagian besar mulai stabil, terdapat dua siswa yang terpaksa mendapatkan perawatan intensif di Puskesmas karena kondisi fisik yang melemah.
"Dirawat intensif karena keduanya mengaku pusing," ujarnya.
Gejala keracunan ini diduga berasal dari menu MBG yang disantap pada Rabu (4/2) siang.
Saat itu, pihak penyedia makanan yakni Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) Umbulsari di bawah naungan Yayasan Baitul Huda Amanah, membagikan nasi putih dengan lauk ayam bakar, sambal, serta sayuran kubis dan kacang panjang.
Efek samping dari makanan tersebut mulai dirasakan korban secara bertahap sejak Rabu malam hingga memuncak pada Kamis pagi sekitar pukul 11.00 WIB.
Kepala Puskesmas Umbulsari, dr. Nur Ahmad Santoso, mengonfirmasi bahwa penanganan medis telah dilakukan secara maksimal.
Seluruh korban kini berada dalam observasi ketat dan diberikan terapi obat sesuai dosis untuk meredakan gangguan pencernaan yang mereka alami.
Pihak kepolisian tidak mengamankan sampel sisa makanan yang dikonsumsi pada hari Rabu karena barang bukti tersebut sudah tidak ditemukan atau telah habis.
Sebagai langkah antisipasi, otoritas terkait memutuskan untuk tidak membagikan jatah Makan Bergizi Gratis yang sedianya diberikan pada hari ini, Kamis.