- Tangkapan layar x.com/@DivHumas_Polri
Usai Diintimidasi Aparat sampai Ketakutan, Sudrajat Penjual Es Gabus yang Dituduh Berbahan Spons Dapat Motor dari Kapolres Depok
Jakarta, tvOnenews.com - Kapolres Metro Depok Kombes Pol. Abdul Waras memberikan motor untuk penjual es gabus Sudrajat yang viral karena diintimidasi oleh aparat TNI dan polisi karena dituding dagangannya mengandung spons.
Selain memberikan motor, terlihat pula bahwa Abdul atas nama kepolisian memberikan bantuan modal kepada Sudrajat.
Video kunjungan Abdul ke rumah Sudrajat itu diunggah oleh akun X @DivHumas_Polri, Selasa (27/1/2026).
- Tangkapan layar x.com/@DivHumas_Polri
"Kapolres Metro Depok Kombes Pol. Abdul Waras, S.I.K., bersama Kapolsek Bojonggede AKP Abdullah Safiih, menyambangi kediaman Bapak Sudrajat di Desa Rawa Panjang. Kunjungan ini sebagai bentuk empati dan permohonan maaf atas hal yang kurang berkenan," tulis akun tersebut, dikutip Rabu (28/1/2026).
"Sebagai wujud kepedulian, Polri memberikan bantuan sepeda motor untuk menunjang aktivitas berdagang. Semoga menjadi penyemangat untuk terus berjuang menghidupi keluarga. Polri hadir untuk masyarakat, dengan hati dan kepedulian," tambahnya.
Terlihat di dalam video tersebut Kapolres memberikan sebuah sepeda motor berwarna putih-biru dan datang langsung ke rumah Sudrajat.
Kapolres disambut oleh Sudajat beserta istri dan anaknya yang merasa berterima kasih atas bantuan itu.
"Mudah-mudahan bermanfaat," kata Abdul, sambil menjabat tangan Sudrajat.
Menanggapi pemberian itu, pria paruh baya itu tak berhenti mengucapkan terima kasih.
- Tangkapan layar x.com/@DivHumas_Polri
"Makasih ya Pak ya," jawab pedagang es gabus tersebut.
Kapolres kemudian berbicara dengan anak Sudrajat yang tampak masih SD sambil mengelus kepala bocah itu.
Dirinya pun berpesan supaya sang anak rajin belajar dan tidak menyusahkan kedua orang tuanya.
"Rajin belajar biar sukses sama orang tua enggak boleh bantah. Harus sayang sama orang tua," katanya.
Diketahui, sebelumnya viral di media sosial sebuah video menunjukkan personel TNI dan polisi mengintimidasi seorang penjual es kue jadul atau es gabus.
Adapun dua aparat itu bernama Babinsa Serda Heri Purnomo dan Bhabinkamtibmas Aiptu Ikhwan Mulyadi.
Mereka menuding bahwa Sudrajat, sang pedagang es kue jadul memasukkan spons ke dalam makanan yang dijualnya.
Aksi itu bahkan membuat sang pedagang ketakutan dan tak mau berjualan karena takut dikeroyok.
Sudrajat juga mengatakan bahwa aksi kedua aparat itu sempat menjadi kekerasan fisik. Ia mengaku ditendang dan dipukuli.
“Polisi sama tentaranya juga (yang memukuli),” katanya.
Pihak kepolisian juga telah melakukan uji lab forensik soal betul tidaknya ada bahan berbahaya di dalam spons tersebut.
Ternyata, setelah dilakukan tes lebih lanjut es gabus yang dijual Sudrajat aman dan layak untuk dikonsumsi.
“Bahwa dengan setelah dilakukannya uji laboratorium forensik, Polri menyatakan es hunkue tersebut adalah asli berbahan makanan dan aman untuk dikonsumsi,” kata Dandim 0501/JP, Kolonel Inf Ahmad Alam Budiman, Rabu. (iwh)