- tvOnenews.com/Abdul Gani Siregar
Masuk Board of Peace Tanpa Palestina, Menlu RI Tegaskan Misi Gaza Tak Bergeser Meski AS dan Israel Terlibat
Jakarta, tvOnenews.com - Menteri Luar Negeri (Menlu) RI, Sugiono, menegaskan posisi Indonesia tetap konsisten memperjuangkan perdamaian dan kemerdekaan Palestina, meski struktur keanggotaan Board of Peace (BoP) menuai sorotan karena tidak melibatkan Palestina secara langsung.
Penegasan itu disampaikan Sugiono usai rapat kerja dengan Komisi I DPR RI di Gedung Nusantara II, DPR RI, Jakarta Pusat, Selasa (27/1/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Sugiono lebih dulu menyampaikan apresiasi atas dukungan Komisi I DPR RI terhadap pelaksanaan tugas Kementerian Luar Negeri, sekaligus memaparkan agenda strategis diplomasi Indonesia ke depan.
“Kami (Kemlu) mengapresiasi dukungan yang selamanya diberikan oleh Komisi I DPR RI terhadap pelaksanaan tugas Kementerian Luar Negeri dan juga berharap dukungan serta support Komisi 1 DPR RI untuk pelaksanaan tugas Kementerian Luar Negeri di tahun 2025,” ujar Sugiono, dikutip Rabu (28/1/2026).
Ia menjelaskan, Kemlu juga melaporkan perkembangan situasi internasional terkini, termasuk keikutsertaan Indonesia sebagai anggota Board of Peace dan langkah-langkah yang akan ditempuh selanjutnya.
“Beberapa hal juga tadi kami laporkan mengenai perkembangan situasi terkini, termasuk masuknya Indonesia sebagai anggota Board of Peace (BoP) dan rencana ke depan yang akan kita jalankan,” katanya.
Menanggapi pertanyaan terkait komposisi BoP yang tidak melibatkan Palestina, namun justru diisi Amerika Serikat dan Israel, Sugiono menegaskan bahwa pembentukan forum tersebut sejak awal memang dirancang untuk melibatkan AS sebagai aktor kunci.
“Dari awal Board of Peace itu didirikan atas permintaan negara-negara yang tergabung di dalam Group of New York untuk melibatkan Amerika Serikat,” ucapnya.
Menurut Sugiono, keterlibatan AS merupakan langkah konkret yang realistis dalam konteks diplomasi global, terutama untuk memastikan forum tersebut tetap berjalan sesuai tujuan awalnya.
“Dan ini merupakan satu langkah yang konkret, yang menurut kita real, untuk bisa dilakukan posisi Indonesia dan negara-negara lain adalah untuk memastikan bahwa Board of Peace ini tetap berjalan pada tujuan utamanya,” lanjutnya.
Ia menegaskan, tujuan utama BoP tidak berubah, yakni mendorong terciptanya perdamaian di Gaza dan memperjuangkan kepentingan Palestina.
“Karena Board of Peace ini sendiri lahir dari upaya untuk menciptakan perdamaian di Gaza yang Palestina,” tegas Sugiono.
Saat ditanya mengenai komitmen Indonesia dalam memperjuangkan kemerdekaan Palestina melalui BoP, Sugiono kembali menekankan bahwa keterlibatan AS justru merupakan bagian dari strategi awal forum tersebut.
“Itu yang saya bilang tadi, AS diundang pada saat awal sebelum yang di New York itu untuk ikut terlibat dalam upaya penyelesaian damai di Gaza yang Palestina,” pungkasnya.
Pernyataan Menlu RI tersebut menegaskan bahwa keikutsertaan Indonesia dalam Board of Peace dipandang sebagai instrumen diplomasi strategis, bukan perubahan sikap, dalam memperjuangkan perdamaian dan hak rakyat Palestina di tengah kompleksitas geopolitik global. (agr/ree)