- Antara
Indonesia Gabung Board of Peace Bentukan Trump, Menlu Sugiono Tegaskan Palestina Tetap Tujuan Utama
Jakarta, tvOnenews.com – Wakil Ketua Komisi I DPR RI Dave Akbarshah Fikarno Laksono bersama Menteri Luar Negeri RI Sugiono menegaskan posisi Indonesia dalam keterlibatan di Board of Peace, termasuk sikap Indonesia terhadap konflik Gaza dan Palestina.
Hal itu disampaikan usai rapat kerja antara Komisi I DPR RI dan Kementerian Luar Negeri di Kompleks Parlemen, Selasa (27/1/2026).
Menteri Luar Negeri Sugiono mengatakan, kehadiran Indonesia di Board of Peace merupakan langkah konkret untuk mendorong perdamaian, khususnya di Gaza dan Palestina.
Ia menegaskan, sejak awal pembentukan Board of Peace memang melibatkan Amerika Serikat sebagai bagian dari strategi penyelesaian konflik.
“Dari awal Board of Peace itu didirikan atas permintaan negara-negara yang tergabung di dalam Group of New York untuk melibatkan Amerika dan ini merupakan suatu langkah yang konkret, ya, yang menurut kita riil untuk bisa dilakukan,” ujar Sugiono.
Ia menegaskan, kompas kebijakan luar negeri Indonesia tetap mengarah pada kemerdekaan Palestina melalui solusi dua negara.
“Tentu saja, arah kompas kita tetap two-state solution. Tentu saja, untuk mencapai seperti itu, ini konflik ini terjadinya sudah lama, puluhan tahun,” katanya.
Sugiono juga menjawab kekhawatiran soal keanggotaan tetap dan isu iuran dalam Board of Peace. Ia menegaskan, tidak ada kewajiban pembayaran bagi negara yang diundang.
“Enggak, enggak, tidak ada. Itu semua negara yang diundang itu entitled untuk menjadi member selama 3 tahun. Itu bonus charter-nya,” tegasnya.
Sementara itu, Wakil Ketua Komisi I DPR RI Dave Laksono menyatakan DPR mendukung langkah pemerintah terkait Board of Peace.
Menurutnya, skema dan pembahasan masih terus berjalan.
“Ini masih ongoing progress dan juga ada kesepakatan-kesepakatan antara Indonesia dengan Amerika Serikat yang masih juga di dalam proses diskusi,” kata Dave.
Ia menilai keterlibatan Indonesia merupakan peluang untuk memberi kontribusi nyata bagi perdamaian dunia.
“Kita yakini bahwa ini adalah sebuah gebrakan baru yang diinisiasi oleh Presiden Trump dan dilihat oleh Presiden Prabowo sebagai suatu kesempatan untuk kita bisa memberikan sumbangsih nyata untuk benar-benar melaksanakan perdamaian di dunia,” pungkasnya. (rpi)